Kasus putus sekolah di desa terpencil masih terjadi di Bolmong

Desa Pomoman tercatat sebagai salah satu wilayah terpencil yang dihuni sekelompok warga, sejak tahun 1983.

BOLMONG, ZONAUTARA.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Renti Mokoginta mengatakan, masih menemukan kasus drop out atau anak putus sekolah di desa terpencil.

Salah satunya di Desa Pomaman, Kecamatan Poigar.

Hal itu dikatakannya, saat turun langsung mengunjungi desa terpencil, untuk diseminasi pendidikan daerah terpencil. Sekaligus melakukan peninjauan terhadap pendidikan, baik itu guru dan murid.

“Iya, ternyata masih ada anak putus sekolah,” akunya, Kamis, 25 Juni 2020.

Menyikapi persoalan tersebut, Renti menegaskan, langsung memerintahkan kepada kepala sekolah dan guru, untuk kembali mendatangi para siswa yang sudah drop out. Dengan tujuan, agar mereka kembali masuk sekolah.




“Tidak boleh dibiarkan dan tidak ada alasan. Anak wajib mendapatkan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala bidang Pendidikan Dasar, Rivai Mokoagow yang ikut mendampingi, mengatakan, di desa Pomoman ada gedung SD yang digunakan untuk 28 siswa, secara keseluruhan. Dari kelas I hingga VI dengan jumlah guru 4 orang.

“Gedung SMP, jumlah siswa 14 orang secara keseluruhan dari Kelas VII hingga Kelas IX, 4 siswa diantaranya sudah dinyatakan lulus dan memiliki 4 tenaga guru,” jelasnya.

Desa Pomoman tercatat sebagai salah satu wilayah terpencil yang dihuni sekelompok warga, sejak tahun 1983. Untuk menuju desa tersebut, butuh waktu dan kendaraan super kuat karena harus melewati sejumlah sungai.

Jurnalis yang berdomisili di Bolaang Mongondow dengan fokus liputan pada aktivitas pemerintahan, sosial dan lingkungan.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com