Connect with us

Zona Minahasa

Ribuan Anak Sekami se-Keuskupan Manado Semarakan Perayaan Puncak Yubileum

Published

on

MINAHASA, ZONAUTARA.com Ribuan anak-anak Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) se-Keuskupan Manado berkumpul di Amphiteater, Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Minggu (9/9/2018).

Pertemuan Raya Sekami ini pun merupakan rangkaian dari perayaan Puncak Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik kembali tumbuh dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado.

Pertemuan raya ini pun diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rollly Untu MSC.

Menariknya, pelayan dalam Misa Kudus tersebut pun seluruhnya merupakan para anak Sekami.

Saat membawakan renungan, Uskup Untu mengatakan, 14 September merupakan puncak perayaan Yubileum, karena saat itu di tanggal tersebut pada 150 tahun yang lalu, Pastor Van De Vries berlabuh di Kema atas undangan Daniel Mandagi.

“Tanggal 19 September 150 tahun lalu itu pembaptisan di Langowan. Sehingga kita merayakan Yubileum karena itu (pembaptisan),” katanya.

Menurut Uskup Untu, hal itu pun tidak lepas dari jasa almarhum Pastor Fred Tawalujan dan Pastor Sjaak Wagey yang mendapatkan catatan Daniel Mandagi terkait soal pembaptisan tersebut.

“Roh Kudus membuka jalan 150 tahun lalu. Maka terbukalah-terbukalah terus,” katanya.

Usai Perayaan Ekaristi, dilanjutkan kegiatan rekreatif dari para anak-anak Sekami yang didampingi oleh kakak-kakak pendamping.

Diketahui, Pertemuan Raya Sekami ini pun sekaligus membuka rangkaian kegiatan Perayaan Puncak Yubileum 150 Tahun Keuskupan Manado yang puncaknya pada 14 September 2018 mendatang.

Selain Pertemuan Raya Sekami, Minggu kemarin pun telah berlangsung konser musik klasik dan Senin (10/9/2018) malam ini akan berlangsung konser musik tradisional, yang akan dimulai tepat pukul 18.00 Wita.

 

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Ormas di Minahasa sepakat hindari konflik dan jaga NKRI

Published

on

MINAHASA, ZONAUTARA.com Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Kabupaten Minahasa menggelar diskusi bertajuk Baku Dapa Ormas guna menghindari konflik sosial di masyarakat, di Tondano, Rabu (26/6/2019).

Sejumlah kesepakatan pun dihasilkan dalam diskusi tersebut. Di mana, ormas-ormas ini sepakat untuk menghindari konflik dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami sepakat menjaga NKRI berdasar Pancasila dan UUD 45,” tegas para pimpinan ormas dalam diskusi yang diprakarsai Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulut ini.

Mereka pun menyatakan siap menjaga kerukunan, mencegah konflik sosial dan tolak upaya untuk memecahkan bangsa ini.

Selain itu, para ormas ini menegaskan siap mengawal dan menjalankan program pemerintah, mengampanyekan perdamaian, menjaga nilai-nilai Keminaesaan, serta menerima dan mengawal investasi ekonomi di Minahasa.

“Siap bersama pemerintah mengampanyekan perdamaian di Tanah Minahasa,” tambah mereka.

Adapun ormas-ormaa tersebut, yakni Garda Manguni, Laskar Manguni Indonesia, Manguni Indonesia, Loyot Maesa, Laskar Benteng Indonesia, Makatana Minahasa, Brigade Manguni dan Manguni Muda Minaesa.

Praktisi Ormas Matulandi Supit mengatakan, Minahasa sudah teruji soal konflik sejak lama. Namun, kata dia, ada harapan masyarakat supaya melalui ormas, setiap keresahan bisa teratasi.

“Tentunya juga pentingnya soal saling memahami dan membangun komunikasi secara intens,” ungkapnya.

Sementara itu, Budayawan dan Akademisi Rikson Karundeng mengatakan, nilai keminaesaan perlu dipertahakan sebagai semangat bersama.

“Apalagi, masyarakat Minahasa sangat majemuk dan itu adalah potensi besar jika dikelola, sehingga terhindar dari konflik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa (Kesbang) Badan Kesbangpol Rosye Ranu memberikan penjelasan soal tujuan, fungsi dan aturan soal Ormas.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com