Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Tomohon

Caleg Tak Masukan LADK, Sanksi Pembatalan Pencalonan Menanti

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Sanksi tegas mengintai para Partai Politik (Parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, serta para bakal calon anggota legislatif (caleg). Khususnya, terkait Laporan Awal Dana Kampanye (LADK).

Pasalnya, jika salah satu caleg tidak memasukan LADK, seluruh caleg yang dicalonkan oleh parpol di wilayah tersebut pun akan dibatalkan pencalonannya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Demikian ditegaskan Komisioner KPU Kota Tomohon Stenly Kowaas. Dia mengatakan, parpol peserta Pemilu 2019 wajib memasukan LADK paling lambat 23 September mendatang.

“Kalau tanggal 23 September caleg belum memasukan LADK, bukan cuma calon bersangkutan yang akan dibatalkan, tapi juga calon yang ada di wilayah bersangkutan. Jadi, bukan cuma daerah pemilihan, tapi seluruh (caleg satu parpol) keseluruhan Kota Tomohon yang dibatalkan,” ujar Kowaas, di sela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Dana Kampanye kepada Parpol Peserta Pemilu, Jumat (14/9/2018).

Menurut dia, sanksi terkait dana kampanye ini pun belum berlaku pada Pemilu 2014 lalu dan baru berlaku pada Pemilu 2019.

Kowaas menjelaskan, LADK tersebut pun mencakup tujuh formulir. Di mana, enam formulir diisi oleh parpol dan satu formulir diisi oleh masing-masing caleg.

Selain LADK, kata Kowaas, parpol peserta Pemilu juga wajib memasukan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dan Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Untuk LPSDK, lanjut Kowaas, tidak memiliki sanksi langsung, melainkan hanya sanksi moral.

“Tapi untuk LADK dan LPPDK itu ada sanksi jelasnya. Kalau LADK itu dibatalkan pencalonannya, tapi kalau LPPDK, walaupun calon sudah terpilih tapi tidak memasukan LPPDK, calon tersebut tidak akan dilantik,” tegasnya.

Dia menambahkan, terkait pelaporan dana kampanye ini pun, pihaknya memberikan bimtek kepada parpol peserta pemilu agar memahami pengisian formulir pelaporan dana kampanye tersebut.

 

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Eman: mari kita jaga suasana tetap kondusif

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comTahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 17 April 2019 lalu.

Masyarakat pun diminta untuk menerima apapun yang dihasilkan oleh para penyelenggara Pemilu tersebut dan kembali menyatukan perbedaan yang ada.

Seperti yang diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Dia mengatakan, pesta demokrasi dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta para wakil rakyat dari pusat hingga daerah telah terlaksana dengan baik.

Menurut Eman, saat ini merupakan waktu untuk meninggalkan segala perbedaan yang tercipta dalam Pemilu lalu.

“Kami, pemerintah bersama Forkopimda, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Tomohon berharap, agar pasca-pesta demokrasi, suasana kondusif dapat terjaga,” ungkap Eman, di sela-sela Sosialisasi dan Dialog Sinergitas para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di aula Homestay Walian, Selasa (21/5/2019).

Eman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berimplikasi hukum dan dapat menimbulkan keresahan, serta ketidaktentraman, hingga meruntuhkan semangat persatuan di Kota yang ditetapkan sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia ini.

“Mari sama-sama kita jaga kerukunan, kesatuan dan persatuan yang sudah lama tercipta di Kota yang kita cintai ini. Semoga Kota Tomohon dapat menjadi berkat di Sulawesi Utara ini,” harapnya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending