Connect with us

Hukum dan Kriminal

DPO Kasus Korupsi di Talaud Ditangkap KPK

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Direktur Utama (Dirut) PT Aero Support Internasional, MR alias Rusli, berhasil ditangkap. Rusli yang telah menjadi DPO sejak tahun 2014, ditangkap pada Kamis (18/10/2018) pukul 17.50 WIB, oleh Satreskrim Polres Serang dengan koordinasi dan supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah mengatakan, tersangka sudah dibawa ke Talaud pada Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Kerjasama KPK melalui Unit Korsup Penindakan dengan Polda Banten dan Polres Serang,” katanya lewat keterangan tertulis kepada wartawan.

Febri menjelaskan, kasus ini sebelumnya ditangani oleh Penyidik Polres Talaud sejak tahun 2012 dalam perkara penyalahgunaan dana subsidi penerbangan pada pemerintah Kabupaten Talaud tahun anggaran 2009 dan 2010.

“Nilai kerugian negara diduga sebesar Rp1 miliar. Penanganan perkara terkendala karena keberadaan tersangka tidak diketahui hingga diterbitkan DPO,” terangnya.

Karena itulah, lanjut dia, KPK yang diberikan tugas oleh Undang-Undang (UU) melakukan fungsi trigger mechanism, memberikan dukungan pada penyidik melalui tugas koordinasi dan supervisi.

Ia menambahkan, sebelum penangkapan, tim KPK telah melakukan pemantauan secara tertutup sekitar satu minggu setelah mengetahui informasi keberadaan tersangka.

“Penangkapan dilaksanakan di daerah Cikande, Kabupaten Serang. Setelah dilakukan penangkapan, kemudian tersangka dibawa ke Polres Serang untuk dilakukan pemeriksaan awal dan cek kesehatan. Kemudian jam dua pagi langsung diterbangkan ke Manado untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

“Terkait dengan DPO yang sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2014, KPK menemukan informasi, meskipun tersangka telah DPO namun berdasarkan data perlintasan, yang bersangkutan diketahui sering bepergian ke luar negeri Malaysia, Filipina, Thailand dan negara-negara lain. Hal ini kami sayangkan karena seharusnya ada upaya menyeluruh daru instansi-instansi yang terkait agar tersangka yang DPO tidak lolos bepergian ke luar negeri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tersangka Rusli menjadi mitra atau penerima subsidi penerbangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud. (K-02)

 

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Kisah cinta berujung penganiayaan, sang mantan pacar diringkus URC Totosik

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comNasib sial dialami wanita berinisial GL (18), warga Tataaran, Kabupaten Minahasa, Selasa (19/11/2019) dini hari.

Pasalnya, akibat menolak ajakan sang mantan untuk kembali menjalin cinta, mahasiswi ini harus mendapatkan pukulan dari mantan pacarnya, yakni RG alias Rifky (20), warga Lingkungan IV, Kelurahan Pakadoodan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung.

Peristiwa inipun diketahui oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon saat sedang patroli.

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut diketahui saat pihaknya yang sedang berpatroli di wilayah Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.

Saat berada di depan salah satu rumah kos, kata Watung, pihaknya melihat adanya keramaian di lokasi tersebut.

“Setelah dihampiri, kami mendapati pelaku bersama korban dan dua orang saksi yang adalah rekan dari korban. Kami terkejut setelah melihat korban sudah dalam keadaan mulut berlumuran darah karena dipukul oleh pelaku,” ujar Watung.

Pihaknya, lanjut Watung, kemudia membawa korban ke Rumah Sakit Bethesda untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut dia, setelah dilakukan pemeriksaan, kedua saksi yang merupakan rekan korban menjelaskan, bahwa kejadian bermula pada saat korban bersama kedua saksi berada di Kafe Kanzo Kakaskasen, pelaku datang dan menghampiri korban namun korban tidak menghiraukan pelaku.

Pada saat korban bersama kedua saksi hendak pulang ke rumah kos, pelaku tetap mengikuti korban. Saat tiba di lokasi kejadian, pelaku dan korban terlibat adu mulut.

Pelaku, kata Watung, memaksa korban untuk mengantar pulang korban ke kos yang berada di Tataaran Tondano namun korban menolak. Pelaku kemudian menarik dan menganiaya korban.

“Motif pelaku melakukan hal tersebut dikarenakan pelaku merasa marah korban tidak mau diantar pulang oleh pelaku dan ingin mengajak korban balikan karena sebelumnya keduanya sempat menjalin hubungan pacaran,” tuturnya.

Watung menambahkan, pelaku telah diamankan oleh ke Mapolres Tomohon untuk diproses hukum.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com