Connect with us

Zona Wakil Rakyat

Pergantian Ketua Fraksi Berpolemik, Bart Senduk Pimpin FRNK

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.comJabatan Ketua Fraksi Restorasi Nurani untuk Keadilan (FRNK) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPDR) Sulawesi Utara (Sulut) yang dipegang oleh legislator Partai Nasdem Felly Runtuwene kini berpindah ke tangan politisi PKPI Bart Senduk.

Pergantian ini resmi berlaku usai surat masuk dari FRNK ke Pimpinan DPRD dibacakan Ketua DPRD Andrei Angouw pada rapat paripurna yang digelar pada Senin (5/11/2018). Sayangnya, pergantian tersebut menuai polemik.

Felly Runtuwene mempertanyakan keabsahan surat tersebut karena Bart Senduk sementara diproses pergantian antar waktu (PAW) oleh partainya PKPI sejak 5 September 2018 lalu.

“Kemudian per tanggal 15 Oktober dengan proses Ketua DPRD sendiri mengeluarkan surat untuk permintaan kelengkapan administrasi ke KPU kemudian dari KPU membalas suratnya per tanggal 26 Oktober 2018 satu berkas, yang diberikan bunyi suratnya adalah PAW dari PKPI kepada Ketua DPRD,” ujar Felly.

Felly mengatakan, bahwa dirinya mengantongi surat dari PKPI soal PAW Bart. Bahkan, ada surat dari PKPI beredar pihak partai memandang tidak perlu ada pergantian di tubuh FRNK. Karena FRNK merupakan fraksi yang terdiri dari gabungan sejumlah parpol, yakni Nasdem, PKPI dan Hanura.

“Jadi saya rasa surat masuk yang dibacakan adalah ilegal. Apalagi surat tersebut hanya ditandatangani oleh satu orang saja, yakni sekretaris fraksi,” beber dia lagi.

Sementara, Sekretaris FRNK yang menandatangani surat fraksi tersebut Noldy Lamalo dalam kesempatan yang sama menuturkan, FRNK terdiri dari tiga partai, sebelum dibentuk fraksi ini ada kesepakatan dua fraksi bergantian untuk jabatan ketua.

“Yakni, yang pertama Nasdem dan kedua PKPI yang ada kesepakatan masa jabatan ketua fraksi hanya 2,5 tahun dan harus ada pergantian. Urusan tidak bisa dilanjutkan, kita harus konsisten. Pergantian pimpinan fraksi ini tidak ilegal. Ketua fraksi harus memakai hati nurani sesuai kesepakatan pertama. Ini yang perlu dipertanyakan. Kita butuh perubahan dan restorasi. Dan sesuai hasil rapat Ibu Felly sudah setuju diganti,” ujar Lamalo.

Bart Senduk sendiri menanggapi pernyataan Felly Runtuwene menegaskan, apa yang dihadapi partainya ini sementara beracara di pengadilan.

“Saya sudah masukkan ke pengadilan. Dan yang saya ajukan ke pengadilan terkait keanggotaan saya di partai,” ungkap Senduk.

Menanggapi polemik yang terjadi, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw menyampaikan, bahwa proses PAW tidak menghilangkan hak-hak anggota DPRD.

“Sesuai tata tertib (Tatib) dan PP 12, pimpinan fraksi dipilih oleh anggota fraksi. Karena ini urusan fraksi, rapat lagilah untuk kelanjutan kalau sudah ada surat masuk nanti saya bacakan lagi,” kata Angouw.

Sebelumnya, Angouw membacakan surat masuk pergantian perubahan personel AKD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di mana, Boy Tumiwa menggantikan Eva Sarundajang sebagai anggota Banggar DPRD Sulut.

Sementara, pergantian AKD juga terjadi dalam tubuh FRNK dengan nomor 14 tanggal 2 November 2018, di mana Bart Senduk menggantikan Felly Estelita Runtuwene sebagai Ketua FRNK. (K-02)

Editor : Christo Senduk

KABAR SULUT

Empat calon Anggota DPD ini melaju ke Senayan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.comEmpat nama calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dipastikan melenggang mulus ke Senayan Jakarta.

Keempat nama tersebut, yakni Cherish Harriette, Maya Rumantir, Djafar Alkatiri dan Stefanus BAN Liow.Keempatnya pun dipastikan duduk sebagai Anggota DPD RI periode 2019-2024 yang mewakili Bumi Nyiur Melambai.

Hal ini pun berdasarkan data yang dihimpun dari hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat kecamatan hingga kabupaten/kota.

Hingga Jumat (3/5/2019) siang, Cherish Harriette telah mengantongi sebanyak 175.484 suara dan menempati urutan pertama.

Posisi kedua ditempati Maya Rumantir dengan perolehan suara sebanyak 149.140 suara.

Kemudian di urutan tiga ada Djafar Alkatiri dengan raihan suara sebanyak 133.767.

Sementara untuk posisi keempat ditempati Stefanus BAN Liow yang merupakan Anggota DPD RI aktif dengan perolehan suara sebanyak 122.958.

Untuk posisi kelima RM Luntungan sebanyak 105.712 suara dan urutan keenam HWB Sumakul dengan 87.842 suara.

Tim Data SBANL Venko Sewow dan Maikel Salaki mengatakan, transparansi sangat terasa pada perhelatan Pemilu serentak 2019.

Pasalnya, potensi kecurangan bisa diminimalisir dengan bisa diaksesnya C1 secara langsung oleh publik.

“Selain itu, pihak penyelenggara KPU dan Bawaslu sampai di jajaran terdepan yakni desa/kelurahan dan TPS melaksanakan tugas dengan segala baik dalam menyelenggara pesta demokrasi, bahkan banyak jatuh korban sakit sampai meninggal dunia,” ungkap keduanya.

Mereka pun memberikan apresiasi kepada para penyelenggara pemilu dengan dibantu personel dari TNI dan Polri.

“Namun begitu, keputusan final perolehan suara harus menunggu penetapan KPU sesuai tingkatan,” pungkas Venko dan Maikel.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement

Trending