Connect with us

ZONA TERKINI

AJI Manado Dukung Pemberantasan Korupsi dan Tolak Kriminalisasi Jurnalis

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado menggelar diskusi bertemakan ‘Peran Publik dan Jurnalis Dalam Pemberantasan Korupsi’, Jumat (9/11/2018).

Diawali dengan pengantar oleh Ketua AJI Manado, Yinthze Lynvia Gunde tentang isu-isu dugaan korupsi yang marak dibicarakan, hingga soal kontroversi laporan investigasi lima media kolaborasi IndonesiaLeaks yang membuka mata publik akan informasi penting yang dinilai sengaja ditutup-tutupi dalam ‘Skandal Buku Merah’.

Yaitu tentang dugaan pengrusakan barang bukti oleh duo eks penyidik KPK dari institusi kepolisian.

Di mana, pengrusakan barang bukti Buku Bank warna merah, patut diduga untuk menghilangkan jejak transaksi suap gratifikasi pengusaha daging Basuki Hariman kepada pejabat yang terkait dengan institusi kepolisian.

Terutama, nama mantan Kapolda Metro Jaya yang saat ini Kapolri Tito Karnavian, tercantum di dalam Buku Merah (BACA: Bukti Buku Bank Perusahaan Basuki Hariman) tersebut.

Laporan investigasi ini, kemudian juga dipolitisasi sedemikian rupa oleh kubu yang berseberangan dengan pemerintah. Isu ini dijadikan komoditi yang digoreng oleh elit oposisi untuk menyudutkan pemerintahan Joko Widodo, hingga berujung pada laporan perdata dan pidana oleh seorang oknum pengacara terhadap Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan.

Di mana, AJI Indonesia sebagai salah satu inisiator dan pendiri IndonesiaLeaks bersama lembaga jurnalis yang sangat berpengalaman dalam kerja-kerja investigasi, di antaranya PPMN, dan Tempo Institute.

IndonesiaLeaks juga didukung oleh NGO yang berpengalaman dan berdedikasi besar dalam menjalankan fungsi kontrol publik (ICW, AURIGA, LBH PERS, CHANGE.ORG, GREENPEACE).

“IndonesiaLeaks tidak berafiliasi dan menjalin hubungan politik dengan pihak manapun, baik dengan kubu pemerintah maupun dengan kubu yang berlawanan dengan pemerintah,” tegas Gunde.

Aktifis Hukum Mercy Umboh dan Welly Mataliutan yang hadir pada acara diskusi tersebut menyampaikan beberapa pandangan mereka. Di antaranya, publik yang di dalamnya jurnalis wajib menjadi bagian dalam pemberantasan korupsi.

“Dan jurnalis tidak bisa dikriminalisasi atas karya jurnalistik mereka. Apalagi yang isinya kredibel dan sesuai dengan kode etik jurnalis. Ada jalur tersendiri jika ingin menuntut, yaitu mengacu pada undang-undang pers, bukan pidana,” kata keduanya.

Sedangkan Majelis Etik AJI Manado, Yoseph Ikanubun menyatakan penyesalannya atas kriminalisasi terhadap Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan.

“Garis perjuangan AJI sangat jelas. Yaitu tidak berpihak pada apapun yang bersentuhan dengan korupsi. Ini adalah roh AJI, pemberantasan korupsi, keberpihakan pada lingkungan dan kemanusiaan. Ini bukan hanya kriminalisasi terhadap ketua umum, tapi juga kriminalisasi terhadap roh AJI. Roh kita,” tegas Ikanubun.

Namun tak hanya soal IndonesiaLeaks, berbagai kasus-kasus di dunia peradilan, pemerintahan hingga penganggaran juga terangkat dalam diskusi yang dihadiri oleh kurang lebih 25 orang, di antaranya para anggota AJI, calon-calon anggota AJI tahun 2018, aktifis hukum dan sejumlah mahasiswa.

“Sebagai jurnalis, kita bukan hanya mengambil bagian dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi. Tapi kita juga harus mampu berjejaring, untuk kemudian mencegah korupsi terjadi lewat karya-karya jurnalistik,” tambah Gunde.

Di akhir diskusi, para jurnalis menyatakan tekad untuk berperan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Dan kami juga menolak kriminalisasi terhadap jurnalis,” tegas para peserta.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

ZONA TERKINI

Detil 16 kasus baru corona di Sulut pada 28 Mei

Total kasus positif di Sulut sudah mencapai 297 kasus.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

MANADO, ZONAUTARA.COM – Jumlah kasus positif covid-19 di Sulawesi Utara secara akumulatif hingga Kamis (28/5/2020) telah mencapai 297 kasus.

Pada hari ini, sebagaimana yang diupdate Satgas Covid-19 Sulut, ada 16 kasus baru positif yang tersebar di sejumlah daerah.

“Hari ini ada 16 kasus baru positif sebagaimana yang diupdate oleh Kementerian Kesehatan RI,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel.

Penambahan kasus baru yang terus berlangsung saban hari ini memberi indikasi bahwa penularan covid-19 di Sulawesi Utara masih terus terjadi.

Adapun daerah asal dari 16 kasus baru positif tersebut adalah Manado, Tomohon, Minahasa Utara dan Maluku Utara.

Berikut detil 16 kasus baru positif covid-19 yang diumumkan pada Kamis, 28 Mei 2020.

Kasus 282 merupakan seorang laki-laki, berusia 35 tahun berasal dari Manado, sebelumnya ODP di rumah sakit,” ujar Dandel.

Kasus 283, perempuan, 34 tahun, asal Manado, kontak erat resiko tinggi dengan Kasus 86.

Kasus 284, laki-laki, 53 tahun, asal Manado, ODP di rumah sakit.

Kasus 285, laki-laki, 27 tahun, asal Maluku Utara, pelaku perjalanan bolak balik Bitung – Maluku Utara. Diisolasi d Bitung.

Kasus 286, perempuan, 52 tahun, asal Manado, terkoneksi dengan Kasus 284.

Kasus 287, perempuan, 50 tahun, asal Manado, ODP di rumah sakit.

Kasus 288, laki-laki, 70 tahun, asal Manado, PDP di rumah sakit di Manado.

Kasus 289, laki-laki, 28 tahun, asal Manado, PDP di rumah sakit di Manado.

Lihat Kasus 290 hingga Kasus 297

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com