Connect with us

PRESS REVIEW

Hati-hati dengan aplikasi pinjaman online! petugasnya bisa akses semua kontak telepon peminjam

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Aplikasi pembiayaan keuangan berbasis teknologi (fintech) saat ini sedang marak, termasuk aplikasi peminjaman uang online (fintech peer to peer).

Iklan aplkasi pinjaman online itu pun bertebaran dimana-mana untuk menggaet masyarakat yang membutuhkan dana segera.

Berbeda dengan pengajuan pinjaman konversional yang berbeli-belit, aplikasi pinjaman online menawarkan kemudahan, walau nilai pinjamannya tidak besar.

Rata-rata aplikasi pinjaman online itu memberikan pinjaman antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Biasaya aplikasi ini hanya mensyaratkan penyerahan salinan KTP, lembar pertama buku tabungan, foto diri dan beberapa dokumen lainnya. Jika disetuji, pinjaman segera dicairkan dan prosesnya pun terbilang sangat cepat.

Namun dibalik kemudahan itu, ternyata banyak resiko yang mengancam peminjam.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta baru-baru ini mengumumkan hasil penyelidikannya terhadap beberapa aplikasi pinjaman online.

Penyelidikan itu berdasarkan aduan masyarakat yang merasa dirugikan dengan praktik berbagai aplikasi pinjaman online.

Baca: Ini daftar fintech yang sudah mendaftar di Bank Indonesia

LBH Jakarta menghimpun 14 dugaan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang dilakukan aplikasi pinjaman online. Menurut Pengacara publik LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait, sebagian besar masalah tersebut muncul karena minimnya perlindungan data pribadi bagi pengguna aplikasi pinjaman online.

Hal ini terbukti dengan mudahnya penyelenggara aplikasi mendapat data pribadi dan foto peminjam.

Selain bunga yang sangat tinggi, biaya adminnya juga tidak jelas. Selain itu, penagihan tak hanya dilakukan kepada peminjam, tapi ke seluruh kontak telepon yang tersimpan di ponsel peminjam.

Jika peminjam menunggak bayaran, petugas dari aplikasi pinjaman online akan membuat grup WhatsApp yang isinya merupakan daftar kontak telepon dari peminjam.

Di grup tersebut, petugas di aplikasi pinjaman online itu akan menyebarkan foto KTP peminjam disertai dengan kalimat bahwa orang tersebut meminjam uang dengan jumlah sekian.

“Lebih parah lagi, bahkan ada peminjam yang misalnya minjam Rp 1 juta, tapi dibilang di grup dia pinjamnya Rp 3 juta. Ada fitnah di situ,” kata Jeanny, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Nomor kontak di ponsel itu didapatkan petugas karena mengakses data pribadi peminjam tanpa izin. Petugas juga menyebarkan data pribadi seperti foto KTP, nomor rekening, hingga lembar pertama buku tabungan secara tak bertanggung jawab.

Selain itu, peminjam juga mendapatkan ancaman, fitnah, penipuan, hingga pelecehan seksual di saat petugas aplikasi menagih pembayaran kembali.

LBH juga menemukan bahwa kontak dan lokasi kantor penyelenggara aplikasi pinjaman online tidak jelas atau tidak terdaftar. Ada pula pengaduan berupa sistem yang tidak dikelola dengan baik sehingga ketika peminjam sudah membayar pinjamannya, namun pinjaman tak dihapus dengan alasan tidak masuk dalam sistem.

“Di sistem tidak ada pencatatan yang jelas. Penagihannya juga dilakukan orang yang berbeda sehingga saat peminjam sudah mengonfirmasi sudah dibayar, siangnya ada yang menelepon lagi bilang belum dibayar,” kata Jeanny.

Editor : Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PRESS REVIEW

[FLASH]: Sistem Bank Mandiri eror

Saldo rekening nasabah bertambah hingga ratusan juta rupiah.

Published

on

Fakta dalam berita

  • Banyak nasabah Bank Mandiri mengeluhkan saldo dalam rekeningnya berkurang tiba-tiba saat sedang melakukan cek saldo melalu mesin ATM.
  • Adapula yang memposting layar ATM yang menunjukkan informasi saldo dalam rekeningnya bertambah secara drastis.
  • Bank Mandiri melalui Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, meminta maaf atas kondisi itu dan menjamin bahwa rekening nasabah aman.
  • Rohan menjelaskan bahwa perubahan saldo rekening nasabah terjadi akibat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan.
  • Gangguan dalam sistem Bank Mandiri ini menjadi trending topik dalam lini masa Twitter.
  • Bank Indonesia mengharapkan gangguan sistem pembayaran yang menimpa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk segera diatasi.
  • Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko seperti dikutip dari Antara, Sabtu (20/7/2019), mengatakan bahwa, “segera memberitahukan atau berkomunikasi kepada nasabah untuk memberikan perlindungan nasabah dan kepastian layanannya terjaga dan terkendali”.
  • Onny mengatakan, saat ini Bank Mandiri sudah memberikan informasi resmi ke masyarakat mengenai gangguan sistem pembayaran itu.

Link berita

Kutipan media sosial

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com