Connect with us

Bencana dan Musibah

Soputan meletus lontarkan debu vulkanik 7000 meter

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Gunung api Soputan di Minahasa Tenggara meletus, Minggu (16/12/2018).

Dari berbagai postingan warganet terlihat kolom abu dari erupsi Soputan cukup tinggi.

Gladys Mintjelungan di timeline Facebooknya menuliskan informasi bahwa Soputan mulai erupsi subuh tadi.

Sementara Mega Manopo melaporkan bahwa terjadi hujan abu vulkanik di wilayah Tombatu Utara.

Belum ada keterangan resmi soal erupsi Soputan ini.

Gunung dengan ketingggian 1809 meter diatas permukaan laut ini meletus dengan melontarkan material vulkanik setinnggi 7000 meter dengan asap kelabu dan hitam.

Informasi dari laman magma.vis.esdm.go.id juga teramati sinar api dari kawah Soputan.

Tercatat satu kali letusan dengan durasi 17880 detik dengan amplitudo 40mm, dengan guguran selama 40 detik dan tremor menerus. Sesekali masih masih teramati letusan susualan.

Kini status Soputan berada pada Level III (Siaga) dengan meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas pada radius 4 kilometer dari puncak.

zonautara.com
Soputan meletus (Foto: magma.vis.esdm.go.id)
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Kebakaran hutan dan lahan di Bolmong terus meluas

Beberapa titik api di antaranya cukup dekat dengan pemukiman warga.

Published

on

By

LOLAK, ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus meluas. Hingga Kamis (15/08/2019), tercatat lokasi karhutla menjadi 10 titik yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Lolak dan Kecamatan Bolaang. Beberapa titik api di antaranya cukup dekat dengan pemukiman warga.

Data dari Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, lokasi karhutla di Kecamatan Lolak, meliputi dua titik di Desa Tandu, satu titik di Desa Tuyat, sati titik di Desa Sauk, dua titik di Desa Lolak II dan satu titik di Desa Solog. Sedangkan lokasi karhutla di Kecamatan Bolaang meliputi dua titik, yaitu satu tititk di Kelurahan Inobonto dan satu titik di Desa Langagon.

“Titik Hotspot tersebut berada pada level confidence di atas 50 persen,” kata Kasie Tanggap Darurat BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan.

Hingga kemarin, satuan tugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bolmong, Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Bolmong dan Manggala Agni Dalops Kota Bitung terus berupaya memadamkan api. Hanya saja, menurut Abdul Muin, khusus untuk pegunungan Inobonto, tim satuan tugas Karhutla mengalami kendala.

“Di Inobonto pemadaman belum maksimal akibat medan terjal, banyak bebatuan lepas dan sangat beresiko bagi tim di lapangan. Bahkan saat pemadaman kemarin di lokasi tersebut, Personil TRC dan Manggala Agni sempat terjatuh saat berupaya menjangkau titik api yang mulai membesar karena beban yang harus dipikul berupa tas punggung berisi air,” ungkap Abdul.

Di sisi lain, dalam operasi tersebut, tim hanya dilengkapi sarana dan prasarana (sapras) pendukung di lapangan berupa, dua unit mobil dari Manggala Agni, satu unit Damkar, satu unit tangki air BPBD, dua unit mobil pperasional pendukung dari BPBD.

“Kalau jumlah personil di lapangan saat ini untuk Damkar lima orang, TRC BPBD sepuluh orang, dan Manggala Agni tujuh orang. Posisi Tim saat ini berada di kawasan Rumah Dinas Bupati untuk memantau api yang akan mengarah ke pemukiman,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga menyebutkan, terindikasi ada dugaan penyebab karhutla di beberapa titik lataran sengaja dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Sangat dibutuhkan kesadaran masyarakat. Meski itu kadang lahan kebun milik sendiri, harus berhikmat ketika melakukan pembakaran, akhirnya saat nyala api menyebar dengan cepat ke lahan yang lain, pelaku pembakaran sudah tidak bisa memadamkan api karena sudah terlalu besar,” ungkap Haris.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolmong Tahlis Gallang mengaku geram dengan informasi dugaan pembakaran hutan dan lahan tersebut. Menurut Tahlis, jika ada kedapatan maka pelakunya langsung diproses secara hukum.

“Kita masih dalam penyelidikan dan bekerja sama dengan pihak kepolisian. Kalau kedapatan tentu akan diproses hukum. Selalu diberikan peringatan dengan  kondisi musim kemarau dan angin selatan seperti ini sangat rentan terjadi kebakaran, masih saja melakukan pembakaran. Saya meminta supaya ada kerja sama yang baik untuk sama-sama menjaga agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” kataTahlis dengan nada tegas.

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com