Connect with us

ZONA TERKINI

Amazing photography of Landscape

Published

on

When an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA TERKINI

Sinergitas semua elemen di TMMD 105 Bitung

Published

on

BITUNG – Dansatgas TMMD ke-105 Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos, didampingi Pasi Intel Dim 1310/Bitung, Lettu Czi Sardi O Mamonto, SH, Danki Satgas Lettu Inf Julen T. Kasiaheng, Lurah Duasudara, Lucky Runtuwene, S.Sos, Ibu Pdt. Sumilat Kalaloh, S.Th, (Tokoh agama), Ibu Pdt. Melvi Manope Tuheba, S.Th (Tokoh agama), serta Tokoh masyarakat Kel. Dua Sudara, bahu membahu melaksanakan pekerjaan dalam rangka mendukung terlaksananya TMMD ke-105, (17/7/2019).

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1310/Bitung, mengerjakan program fisik dan non fisik TMMD ke-105 di Kelurahan Duasudara, melibatkan berbagai kalangan termasuk instansi terkait dan masyarakat di lokasi TMMD. Mereka membangun kerjasama dan sinergitas, bahu membahu melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Antusias masyarakat dalam bergotong royong sangat luar biasa, terlihat dari banyaknya warga yang ikut bekerja dan ingin membangun bersama-sama TNI.

“Karena TMMD ke-105 TA. 2019 Kodim 1310/Bitung, memiliki sasaran yang lebih jauh yaitu Kemanunggalan TNI dan Rakyat,” ujar Dandim 1310/Bitung di lokasi sasaran pokok TMMD 105.

Saat ditemui, Lucky Runtuwene, S.Sos. selaku Lurah Duasudara, mengatakan, kepedulian warga Duasudara untuk ikut bekerja dan bergotong royong, karena mereka berharap pengerjaan jalan ini cepat selesai dan bisa dimanfaatkan warga untuk beraktifitas sehari-hari ke kebun.

Lanjutnya, seperti pembuatan jalan dan jembatan misalnya, memperpendek jarak tempuh dengan jalan yang lebih mulus dari sebelumnya.

“Itu akan memudahkan mengangkut hasil bumi masyarakat. Jalan yang menghubungkan tiga kelurahan bertetangga, Duasudara, Apela Satu dan Apela Dua. Sebelumnya harus ditempuh sejauh 10,6 kilometer dengan waktu tempuh 21 menit. Nanti setelah pembukaan jalan tembus ini selesai, diperkirakan hanya berjarak 5 Km dengan waktu tempuh sekitar 11 menit,” ujar Lurah Duasudara.

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com