Connect with us

ZONA DAERAH

KPU Tomohon simulasikan proses pungut hitung Pemilu 2019

Published

on

Simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS 5, Kelurahan Paslaten Satu, Kecamatan Tomohon Utara. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

TOMOHON, ZONAUTARA.comPelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2019 tinggal menghitung hari.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun terus melakukan berbagai hal untuk menyukseskan pesta demokrasi ini. Salah satunya simulasi proses pemungutan dan penghitungan suara.

Di Kota Tomohon, KPU menggelar simulasi pungut hitung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5, Kelurahan Paslaten Satu, Kecamatan Tomohon Timur, Sabtu (23/3/2019).

Pantauan Zona Utara, simulasi ini melibatkan langsung masyarakat yang terdaftar di TPS tersebut.

Di mana, saat tiba di TPS, pemilih mendaftar kepada KPPS, menunggu giliran, mengambil Surat Suara, masuk ke bilik suara dan mencoblos, mengisi surat suara ke kotak suara, hingga mencelupkan jari ke tinta.

Waktu pelaksanaan pun digelar serupa dengan proses pungut hitung yang nantinya akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang, yakni dimulai pada pukul 07.00 WITA.

Simulasi Pemilu 2019 di Kota Tomohon. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

Ketua KPU Tomohon Harryanto Lasut bersama empat Komisioner lainnya, masing-masing Robby Golioth, Stenly Kowaas, Albertin Vierna Pijoh dan Jacobus Andre Wowor pun memantau langsung proses simulasi tersebut.

Komisioner KPU Divisi Teknis Robby Golioth mengatakan, simulasi ini digelar untuk melatih para petugas yang nantinya akan bertugas di TPS pada hari H Pemilu 2019.

“Ini pelatihan buat para petugas, juga buat masyarakat yang akan menyalurkan hak pilihnya,” ujar Golioth kepada Zona Utara.

Menurut dia, simulasi tersebut dilaksanakan serupa dengan proses yang akan dilakukan di TPS pada hari pelaksanaan pemilu nanti.

“Mulai dari penyebaran formulir C6 pada H-1 dan penerimaan logistik, kemudian pengembalian formulir C6 yang tidak terdistribusi. Kemudian pada hari pelaksanaan, jam 6 pagi dilakukan penempelan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan jam 7 TPS dibuka serta pengambilan sumpah janji,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Golioth, dilanjutkan dengan pemungutan suara hingga pukul 13.00 WITA, kemudian istirahat makan dan langsung dengan penghitungan suara.

“Dalam simulasi ini, sebanyak 281 pemilih terdaftar di TPS 5 ini, tapi terdistribusi formulir C6 hanya 231,” katanya.

Dia menambahkan, seluruh Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Tomohon diundang dalam simulasi ini, untuk melihat seperti apa kendala-kendala yang bisa ditemui pada saat bertugas pada hari pelaksanaan nanti.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com