Connect with us

ZONA DAERAH

Usai memilih jangan lupa selfie di TPS, ada total hadiah 12 juta

Published

on

Stenly Kowaas

TOMOHON, ZONAUTARA.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tomohon menggelar lomba selfie di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hadiahnya yang disiapkan untuk lomba ini pun tak tanggung-tanggung, yakni total Rp12 juta rupiah.

Ketua KPU Kota Tomohon Harryanto Lasut melalui Komisioner Divisi Sosialisasi Stenly Kowaas mengatakan, lomba selfie di TPS yang dimaksud adalah mengambil foto di luar TPS.

“Jadi bukan di dalam TPS,” ujar Kowaas, Senin (15/4/2019).

Kowaas menjelaskan, foto selfie yang akan dinilai adalah foto yang dikirim peserta yang sudah memiliki hak pilih.

“Peserta yang mengirim foto selfie harus melampirkan nama sesuai KTP. Ini akan menjadi panduan buat KPU dalam mengecek di Sidalih, apakah pemilih itu merupakan pemilih di Tomohon,” jelas Kowaas.

Menuru dia, ada dua cara untuk mengirim foto selfie tersebut. Pertama bisa membawa langsung di KPU, atau lewat postingan di Facebook.

“Caranya adalah, silahkan berteman dengan akun Facebook KPU Tomohon, foto yang akan dilombakan di-upload dan di-tag di akun Facebook KPU Tomohon,” katanya.

Kowaas pun berharap, para wajib pilih bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak tahun 2019, yakni pada hari Rabu (17/4/2019), dengan memilih calon Presiden dan Wakil Presiden, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari tingkat pusat hingga daerah.

“Jadi, usai memilih jangan lupa untuk selfie di luar TPS,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Wakil Rakyat

Identitas budaya Sulut harus ditonjolkan di Bandara Sam Ratulangi

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akan dibangun lebih besar.

Bagikan !

Published

on

Fanny Legoh

Manado, ZONAUTARA.com – Rencana Pemerintah untuk membangun bandara internasional Sam Ratulangi lebih besar dan megah, mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Utara.

Hanya saja, menurut legislator Fraksi PDIP, Fanny Legoh, unsur dan nuansa budaya diharapkan harus menonjol karena bandara merupakan pintu gerbang daerah ini bagi para pendatang, baik turis domestik maupun internasional.

“Sebagai contoh, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang sarat dengan ornamen bernuansa budaya mereka. Begitu tiba di bandara, kita bisa tahu dan akan selalu ingat dengan budaya-budaya Bali,” terang Legoh kepada wartawan, Rabu (23/10/2019) siang.

Menurut personel Komisi IV bidang Kesra itu, saat ini bandara Sam Ratulangi yang didatangi ratusan hingga ribuan turis sama sekali tidak menggambarkan kearifan lokal. Karena itu, ia meminta agar nuansa dengan motif budaya Sulut yang harus ada di bandara Sam Ratulangi berasal dari seluruh daerah dan suku.

“Harus ada budaya dari Minahasa Raya, Bolaang Mongondouw dan Nusa Utara. Bukan hanya agar budaya kita dikenal dan diingat orang banyak, tapi sebagai penegasan kebesaran dan kekuatan budaya masih kita pegang dan kita hormati,” tambah personel Komisi IV bidang Kesra itu.

Karena itu, kata Legoh, dirinya mengusulkan Komisi IV untuk melaksanakan pertemuan segitiga dengan pihak PT Angkasa Pura dan Pemerintah Provinsi terkait pembangunan bandara ini.

Seperti diketahui, bandara Sam Ratulangi baru menggunakan bahasa Manado dalam pengumuman penerbangan bagi para penumpang. Sedangkan ornamen-ornamen dengan nuansa budaya Sulut tidak nampak. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com