Connect with us

Zona Bolmong Raya

Ini 30 anggota DPRD Bolmong 2019-2024 sesuai Rekapitulasi KPU Bolmong

KPU Bolmong telah selasai melakukan Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2019.

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow selesai menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten Bolmong untuk Pemilu 2019, Jumat (3/5/2019).

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara tersebut, partai politik (parpol) yang berhasil menduduki 30 kursi anggota DPRD Bolmong pun sudah terlihat.

Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Bolmong, Afif Zuhri, menjelaskan untuk pleno penetapan kursi nanti setelah pleno rekap persoalan suara selesai hingga tingkat nasional.

“Penetapan kursi kemungkinan nanti sekitar Juni atau Juli 2019. Yang baru selesai kita laksanakan ini baru pleno rekap perolehan suara,” kata Afif, saat ditemui usai pleno di gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan, Jumat (3/5/2019).

Afif mengatakan, kendati baru rekap perolehan suara, tapi untuk partai politik (parpol) yang berhak memiliki kursi di DPRD Bolmong sudah bisa dilihat. Termasuk jumlah kursi masing-masing parpol, hingga siapa caleg yang berhak duduk nanti.

“Ketika direkap kemudian dirangking, maka sudah kelihatan parpol mana saja yang mendapatkan kursi di tiap daerah pemilihan (dapil). Tinggal ditetapkan saja,” jelas Afif Zuhri. (itd)

Berikut prediksi 30 anggota DPRD Bolmong 2019-2024 berdasarkan rekap perolehan suara:

DAPIL 1: 5 KURSI

1.    Supandri Damogalad (PKB)

2.    Tonny Tumbelaka (PDIP)

3.    Sulhan (Golkar)

4.    Syukron Mamonto  (Nasdem)

5.    Satira Manoppo (PPP)

DAPIL 2: 7 KURSI

1.    Teti Kadi Mamonto  (PKB)

2.    Wolter E Barakati (PDIP)

3.    Marthen Tangkere (Golkar)

4.    Masri Dg Masenge (Nasdem)

5.    Popie Pandeirot (Demokrat)

6.    Fazal Alzagiadi (PAN)

7.    Nevi Mamonto (PKS)

DAPIL 3:  4 KURSI

1.    Sutarsi Mokodompit (PKB)

2.    Lesly Lanny Kaligis (PDIP)

3.    Chindra Opod (Nasdem)

4.    Saidin Mokoginta (PKS)

DAPIL 4: 3 KURSI

1.    Masud Lauma (PDIP)

2.    Abdul Kadir Mangkat (Golkar)

3.    Febrianto Tangahu (Nasdem)

DAPIL 5: 5 KURSI

1.    Victor Lumapow (PDIP)

2.    Ramono (PDIP)

3.    Yansen Mokoginta (Nasdem)

4.    Jeifi Mamangkey (Golkar)

5.    Aske Iroth (Nasdem)

 DAPIL 6: 6 KURSI

1.    Novita Kosasi (PKB)

2.    Welty Komaling (PDIP)

3.    I Ketut Sukadi (Golkar)

4.    I Wayan Gede (Nasdem)

5.    Syahrudin Mokoagow (PKS)

6.    Harianti Kiay Mastari (PPP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bolmong Raya

Dugaan pelanggaran Pemilu oknum Camat Bolaang tak terbukti

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mentahkan laporan penggelembungan suara, dan perubahan isi Formulir C1 oleh Camat Bolaang, Aswanto Gobel dan Sekretaris Camat (Sekcam) Rini Nini Tohis, beberapa waktu lalu. Keduanya dilaporkan oleh Baharudin Ginoga.

Hal itu dibuktikan dengan surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Bolmong tanggal 14 Mei 2019 bahwa laporan No.01/LP/PL/Kab/25.05/IV/2019, tidak dapat ditindaklanjuti karena temuan/laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, melalui Kasubag Hukum dan HAM, Muh. Triasmara Akub yang juga kuasa hukum Camat dan Sekcam Bolaang, mengaku bersyukur dengan hasil tersebut.

Menurut Akub, hal itu sebagai bukti bahwa tuduhan-tuduhan yang disampaikan ke publik dan yang dilaporkan tidak benar dan cenderung fitnah.

“Hasil tersebut sudah diprediksi sedari awal karena setelah dipelajari dari awal memang laporan tersebut lemah dan tidak berdasar, jika disandingkan dengan bukti yang diajukan serta fakta hukum yang terjadi,” kata Akub.

Terpisah, Pimpinan Bawaslu Bolmong dari Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Jerry S Mokoolang, menjelaskan bahwa kajian Bawaslu serta hasil penyelidikan Sentra Gakkumdu unsur Kepolisian tidak menemukan adanya pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Camat dan Sekcam Bolaang.

“Kami sudah periksa semua pihak terkait tidak ada bukti bahwa Camat dan Sekcam melakukan penggelembungan suara seperti yang disangkakan. Soal salinan C1 yang ada di meja Camat, pasca penghitungan di TPS, salinan tersebut memang harus dipublish, yakni ditempelkan di papan pengumuman. Semua orang bisa mendokumentasikan atau mendapatkan salinan C1,” jelas Mokoolang.

Sebelumnya, Camat Bolaang, Aswanto Gobel mengaku, tuduhan tersebut tidak dilakukannya. “Saya hanya meminta data untuk dimasukan sebagai data desk pemilu,” singkat Camat. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

Trending