Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Yanny Tuuk dorong Welty jadi Ketua DPRD Bolmong, AKM masih malu-malu

Hasil rekapitulasi, PDI-P meriag 36.314 suara.

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Berdasarkan hasil pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Pemilu tahun 2019, Jumat (3/5/2019), PDI-P masih diposisi teratas dengan 36.314 suara.

Menyusul Nasdem dengan raihan 33.218 suara. Menariknya, kedua partai tersebut sama-sama menelorkan masing-masing tujuh kursi di DPRD Bolmong. Menyusul Golkar dengan 18.045 suara dan berhasil mempertahankan lima kursi di parlemen.

Artinya, dari tiga partai inilah yang akan menduduki kursi pimpinan DPRD. Di internal PDIP, Lesly Lanny Kaligis menduduki urutan pertama dengan perolehan 2.872 suara. Disusul Welty Komaling dengan 2.787 suara.

Meski begitu begitu, Ketua DPC PDIP Bolmong, Yanny Ronny Tuuk memastikan, dirinya akan kembali merekomendasikan porsi Ketua DPRD Bolmong kepada sang incumbent Welty Komaling.

“Welty. Alasannya karena dia petahana, loyalitas dan suara terbanyak setelah Lesly,” kata Yanny saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu (4/5/2019).

Di sisi lain, Wakil Bupati Bolmong dua periode ini menjelaskan, jika dilihat dari perolehan suara caleg internal PDIP, seharusnya Lesly Lanny Kaligis yang notabene istrinya sendiri yang lebih berhak duduk di pucuk pimpinan tertinggi DPRD Bolmong.

“Tapi lagi-lagi, ini masalah etika. Apa kata publik kalau suami-istri punya jabatan tinggi di daerah. Jadi sebaiknya serahkan ke orang lain,” sahutnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Bolmong, Abdul Kadir Mangkat (AKM) saat dikonfirmasi terkait kursi pimpinan DPRD (wakil ketua) terkesan masih malu-malu memberikan tanggapan.

Sang petahana yang saat ini juga masih aktif sebagai Wakil Ketua DPRD Bolmong itu mengaku masih akan membicarakan dengan pengurus partai.

“Nanti akan dibicarakan dengan teman-teman pengurus. Tapi keputusannya ada ditangan ketua partai. Kemungkinan tetap saya,” singkatnya.

Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Ketua DPD Partai Nasdem Bolmong, Syukron Mamonto belum berhasil dimintai tanggapan. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bolmong Raya

Dugaan pelanggaran Pemilu oknum Camat Bolaang tak terbukti

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mentahkan laporan penggelembungan suara, dan perubahan isi Formulir C1 oleh Camat Bolaang, Aswanto Gobel dan Sekretaris Camat (Sekcam) Rini Nini Tohis, beberapa waktu lalu. Keduanya dilaporkan oleh Baharudin Ginoga.

Hal itu dibuktikan dengan surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Bolmong tanggal 14 Mei 2019 bahwa laporan No.01/LP/PL/Kab/25.05/IV/2019, tidak dapat ditindaklanjuti karena temuan/laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, melalui Kasubag Hukum dan HAM, Muh. Triasmara Akub yang juga kuasa hukum Camat dan Sekcam Bolaang, mengaku bersyukur dengan hasil tersebut.

Menurut Akub, hal itu sebagai bukti bahwa tuduhan-tuduhan yang disampaikan ke publik dan yang dilaporkan tidak benar dan cenderung fitnah.

“Hasil tersebut sudah diprediksi sedari awal karena setelah dipelajari dari awal memang laporan tersebut lemah dan tidak berdasar, jika disandingkan dengan bukti yang diajukan serta fakta hukum yang terjadi,” kata Akub.

Terpisah, Pimpinan Bawaslu Bolmong dari Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Jerry S Mokoolang, menjelaskan bahwa kajian Bawaslu serta hasil penyelidikan Sentra Gakkumdu unsur Kepolisian tidak menemukan adanya pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Camat dan Sekcam Bolaang.

“Kami sudah periksa semua pihak terkait tidak ada bukti bahwa Camat dan Sekcam melakukan penggelembungan suara seperti yang disangkakan. Soal salinan C1 yang ada di meja Camat, pasca penghitungan di TPS, salinan tersebut memang harus dipublish, yakni ditempelkan di papan pengumuman. Semua orang bisa mendokumentasikan atau mendapatkan salinan C1,” jelas Mokoolang.

Sebelumnya, Camat Bolaang, Aswanto Gobel mengaku, tuduhan tersebut tidak dilakukannya. “Saya hanya meminta data untuk dimasukan sebagai data desk pemilu,” singkat Camat. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending