Connect with us

Zona Bolmong Raya

Tiga Auditor Inspektorat Bolmong belajar di KPK

Published

on

Para peserta Diklat saat foto bersama dengan penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan.

BOLMONG, ZONAUTARA.com —Inspektorat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengirim tiga orang auditornya untuk mengikuti sertifikasi pendidikan dan latihan (Diklat) tentang penyuluh anti korupsi.

Mereka adalah Lesly Mokodongan, Rudi Mokoagow dan Nurlela Modeong, yang mengikuti Diklat yang diselenggarakan langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), 13 hingga 17 Mei 2019, di gedung KPK Jakarta.

Menariknya, Bolmong merupakan satu-satunya daerah di Sulut yang mengutus perwakilan. Pasalnya, menurut Kepala Inspektorat Bolmong, Rio Lombone, calon peserta kegiatan tersebut harus lebih dulu mengikuti tes pengetahuan tentang anti korupsi. Tesnya secara online di website resmi KPK.

“Kalau lulus baru diberikan kartu peserta. Dan Alhamdulillah, tiga utusan kita semuanya dinyatakan lulus dan akan mengikuti diklat. Jadi tiga orang dari Bolmong dan dua orang dari inspektorat provinsi Sulut,” ungkap Rio Lombone, Rabu (15/5/2019).

Tujuan kegiatan tersebut adalah mempersiapkan kapasitas bagi PNS yang paham dan mau memberikan dan mengajak berperilaku jujur, berintegritas dalam bekerja, serta anti korupsi.

“Khusus bagi kami di inspektorat Bolmong, siap dan serius bekerja sama dengan KPK dalam mewujudkan Bolmong hebat yang bersih dan jujur berintegritas,” tandas Rio. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

Rata-rata air di sumur mengering

Bagikan !

Published

on

By

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com