Connect with us

Zona Bolmong Raya

4 daerah pemekaran enggan akui aset hibah Pemkab Bolmong senilai Rp 66 miliar

Aset hibah berupa tanah, peralatan dan mesin, jalan irigasi dan jaringan, serta gedung.

Published

on

Kepala Bidang Pengendalian Barang Milik Daerah, Badan Keuangan Daerah Bolmong, Fanny Irawan Popitod. (Foto; Zonautara.com/itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Hingga saat ini, aset tetap senilai kurang lebih Rp 66 Miliar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) yang ada di empat daerah pemekaran tidak diakui oleh masing-masing daerah.

Aset dimaksud berupa tanah, peralatan dan mesin, jalan irigasi dan jaringan, serta gedung.

Persoalan tersebut sangat mempengaruhi audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) terhadap pengelolaan keuangan Pemkab Bolmong dari tahun ke tahun.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kabupaten Bolmong tahun 2016, 2017, dan 2018, BPK-RI perwakilan Sulawesi Utara terus mengganjar Pemkab Bolmong dengan opini tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion).

Data yang dihimpun dari Bidang Aset Pemkab Bolmong, aset daerah Bolmong yang ada di Kota Kotamobagu senilai Rp 59 miliar. Tapi yang diterima hanya Rp 35 Miliar. Sementara sisanya Rp 17 Miliar tidak diterima.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara total aset yang dihibahkan senilai Rp 14 Miliar, namun yang diterima hanya Rp 1,2 Miliar, dan yang belum diterima Rp 13 Miliar.

Sementara di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), total aset tetap yang dihibahkan senilai Rp 40 Miliar, namun yang diterima hanya Rp 35 Miliar. Sedangkan yang belum diterima sebesar Rp 5 Miliar.

Dan yang terakhir adalah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

“Di Bolsel yang nilainya masih cukup besar. Yakni dari total Rp 59 Miliar, hanya Rp 29 Miliar yang diterima. Sementara sisanya masih Rp 30 Miliar belum diterima,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Barang Milik Daerah, Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong, Fanny Irawan Popitod, Rabu (12/6/2019).

Terpisah, Sekretaris Daerah Bolmong, Tahlis Gallang membenarkan hal tersebut. Misalnya, kata Tahlis, ada bangunan sekolah yang sudah difungsikan oleh daerah pemekaran. Gedungnya diterima dan diakui lengkap dengan barita acara serah terima.

“Tanahnya juga mereka akui. Tapi inventaris lainnya berupa meja, kursi dan papan tulis itu tidak diakui. Menurut mereka bahwa itu hasil pengadaan sendiri setelah pemekaran. Padahal secara secara logika, pada saat pemekaran tidak mungkin daerah baru langsung bisa mengadakan inventaris berupa kursi, meja, papan tulis dan lain-lain. Pasti masih menggunakan peninggalan dari daerah induk. Mulai dari gedung bersama dengan isinya. Nah mungkin semua itu sudah rusak ataupun hilang, kemudian tidak diakui lagi. Rata-rata ada di empat daerah pemekaran,” kata Gallang. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bolmong Raya

Sepekan terakhir sudah 5 kali kebakaran hutan di Bolmong

Selama sepekan terakhir ini sudah terjadi lima kali kebakaran lahan dan hutan di lokasi yang berbeda di Bolmong.

Published

on

By

LOLAK, ZONAUTARA.com – Kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus menjadi perhatian serius. Selama sepekan terakhir ini sudah terjadi lima kali kebakaran lahan dan hutan di lokasi yang berbeda di Bolmong.

Belum lama ini, kebakaran lahan terjadi di Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, tepatnya di perbatasan Desa Tuyat dan Desa Tandu, Kabupaten Bolmong, Rabu, (07/08/2019). Menyusul pada Kamis, (08/08/2019) kebakaran kawasan hutan dan lahan di Desa Sauk, Kecamatan Lolak.

Kebakaran lahan di kawasan perbukitan PT Conch North Sulawesi Cement yang ada di Desa Solog dan kawasan perbukitan Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Lolak II, tepatnya di kompleks RSUD Datoe Binangkang Lolak, Selasa (13/8/2019).

Satuan tugas dari Pol PP Bolmong, Pemadam Kebakaran Bolmong, Koramil, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memadamkan api yang terus membesar.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Manggal Agni yang merupakan tim Rescue KARHUTLA dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan.

Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga mengimbau, dengan kondisi cuaca yang sudah memasuki musim kemarau dan angin selatan warga diminta untuk tidak membuang puntung rokok dalam keadaan masih menyala sembarangan. Begitupun para petani, juga diimbau untuk jangan dulu membakar lahan tanpa pengawasan, karena dengan kondisi cuaca saat ini, sangat rentan terjadi kebakaran lahan bahkan bisa sampai ke pemukiman warga.

“Kita harus menjaganya bersama, supaya tidak menyesal saat terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, akibat kelalian kita sendiri. Itu sebabnya, selalu diminta untuk waspada dan hindari pemicu kebakaran seperti membuang puntung rokok dengan keadaan masih menyala, serta pembakaran lahan tanda pengawasan,” imbau Haris, Rabu (15/8/2019).

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada para ibu rumah tangga yang masih menggunakan kayu api maupun kompor gas ketika memasak untuk selalu hati-hati.

“Pastikan api sudah padam pada saat selesai memasak,” sebutnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com