Connect with us

Zona Bolmong Raya

Sudah juara di O2SN Bolmong, namun belum terima uang pembinaan

Mereka butuh dana mewakili Bolmong ke tingkat provinsi.

Published

on

Penyerahan hadiah secara simbolis oleh Wabup Bolmong, Yanny Ronny Tuuk, usai upacara peringatan Hardiknas, beberapa waktu lalu. (Foto: Zonautara.com/itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang dihelat di Desa Mopuya Utara, Kecamatan Dumoga Utara, April 2019 lalu meninggalkan cerita tak enak.

Supi’i, orang tua salah satu atlet cabang olahraga pencak silat putra, Rio Febrianto Nugroho, utusan dari SDN 2 Kopandakan II, mengaku sangat menyayangkan sikap panitia pelaksana, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmong.

Pasalnya, hingga saat ini, hadiah berupa uang pembinaan sebasar Rp 500 ribu tak kunjung diserahkan. Sementara, kata Supi’i, para atlit yang mewakili Kabupaten sudah harus berangkat ke Manado untuk mengikuti kegiatan yang sama di tingkat provinsi.

“Kasihan anak-anak. Hanya 500 ribu tapi sampe dunia sekarang tidak ada kabar. Pemberitahuan kegiatan di tingkat provinsi juga mendadak tadi malam dan harus berangkat hari ini (kemarin). Anggarannya siapa yang tanggungjawab?,” kata Supi’i, Rabu (12/6/2019).

Lebih lanjut, sebagai orang tua siswa (atlit), dirinya mengaku serius dan sangat mendukung kegiatan tersebut. Justru dia menilai, dari pihak Dinas Pendidikan yang terkesan hanya main-main.

“Kalau soal hadiah uang 500 ribu, bagi saya selaku orang tua tidak terlalu jadi masalah. Tapi dari pihak Dinas juga harusnya serius,” sentilnya.

Senada dikatakan, Sutrisno Amba, orang tua dari atlit cabang olahraga pencak silat putri, Chelsy Destika Ambah, juga mempertanyakan hal yang sama.

“Selalu dijanjikan akan diserahkan dalam waktu dekat. Tapi sampai saat ini belum ada,” sahut Sutrisno.

Rio dan Chelsy berhasil menyabet medali emas pada cabor pencak silat putra dan putri. Keduanya diutus mewakili Kabupaten Bolmong untuk O2SN tingkat Provinsi.

Disisi lain, salah satu guru pendaping atlit yang meminta namanya tidak dipublis turut membenarkan hal tersebut.

“Saat upacara Hardiknas lalu baru penyerahan secara simbolis oleh Pak Wabup. Tropy sudah diserahkan tapi uangnya belum ada. Kami berharap agar dapat segera direalisasikan. Dengan begitu, diharapkan dapat memotivasi para atlet untuk lebih giat lagi berlatih agar bisa mengharumkan nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya, saat dihubungi wartawan.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas pendidikan Bolmong, Rivai Mokoagow, tak menampik hal itu.

Rivai menjelaskan bahwa anggarannya belum diproses lantaran tertata bersamaan dengan anggaran biaya operasional untuk mengikuti O2SN di tingkat provinsi.

“Pertanggungjawabannya dibuat satu. Mulai dari kegiatan di tingkat kabupaten hingga provinsi. Jadi nanti selesai kegiatan di provinsi baru anggarannya bisa diproses. Dan memang anggarannya tertata di triwulan II,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Bahkan menurut Rivai, untuk biaya pelaksanaan kegiatan O2SN tingkat kabupaten di Desa Mopuya Utara lalu, pihak panitia masih mencari dana talangan dari pihak lain.

“Belum ada pencairan di daerah. Bahkan untuk operasional ke Manado saja masih mencari pinjaman. Ini berkaitan dengan uang negara. Jadi ada prosesnya. Apalagi, anggaran tersebut sudah include dengan kegiatan lain,” tandasnya. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Zona Bolmong Raya

Sepekan terakhir sudah 5 kali kebakaran hutan di Bolmong

Selama sepekan terakhir ini sudah terjadi lima kali kebakaran lahan dan hutan di lokasi yang berbeda di Bolmong.

Published

on

By

LOLAK, ZONAUTARA.com – Kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus menjadi perhatian serius. Selama sepekan terakhir ini sudah terjadi lima kali kebakaran lahan dan hutan di lokasi yang berbeda di Bolmong.

Belum lama ini, kebakaran lahan terjadi di Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, tepatnya di perbatasan Desa Tuyat dan Desa Tandu, Kabupaten Bolmong, Rabu, (07/08/2019). Menyusul pada Kamis, (08/08/2019) kebakaran kawasan hutan dan lahan di Desa Sauk, Kecamatan Lolak.

Kebakaran lahan di kawasan perbukitan PT Conch North Sulawesi Cement yang ada di Desa Solog dan kawasan perbukitan Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Lolak II, tepatnya di kompleks RSUD Datoe Binangkang Lolak, Selasa (13/8/2019).

Satuan tugas dari Pol PP Bolmong, Pemadam Kebakaran Bolmong, Koramil, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memadamkan api yang terus membesar.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Manggal Agni yang merupakan tim Rescue KARHUTLA dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan.

Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga mengimbau, dengan kondisi cuaca yang sudah memasuki musim kemarau dan angin selatan warga diminta untuk tidak membuang puntung rokok dalam keadaan masih menyala sembarangan. Begitupun para petani, juga diimbau untuk jangan dulu membakar lahan tanpa pengawasan, karena dengan kondisi cuaca saat ini, sangat rentan terjadi kebakaran lahan bahkan bisa sampai ke pemukiman warga.

“Kita harus menjaganya bersama, supaya tidak menyesal saat terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, akibat kelalian kita sendiri. Itu sebabnya, selalu diminta untuk waspada dan hindari pemicu kebakaran seperti membuang puntung rokok dengan keadaan masih menyala, serta pembakaran lahan tanda pengawasan,” imbau Haris, Rabu (15/8/2019).

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada para ibu rumah tangga yang masih menggunakan kayu api maupun kompor gas ketika memasak untuk selalu hati-hati.

“Pastikan api sudah padam pada saat selesai memasak,” sebutnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com