Connect with us

Zona Bolmong Raya

THR CPNS Bolmong berkurang, BKD sebut itu hanya kesalahan input saja

Gaji ke-14 itu berkurang hingga Rp 500 ribu.

Bagikan !

Published

on

Kepala BKD Bolmong, Fico Mokodompit

BOLMONG, ZONAUTARA.com — Pembayaran gaji 14 atau tunjangan hari raya (THR) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) khususnya di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan diam-diam ternyata meninggalkan cerita kurang enak.

Pasalnya, besaran gaji 14 yang diterima para CPNS di dua instansi tersebut tidak sesuai alias kurang. Hampir tiga pekan berlalu pasca pembayaran THR. Tapi tak ada yang berani menyuarakan masalah itu. Hanya menjadi perbincangan hangat dikalangan sesama CPNS. Mungkin karena takut.

Hingga akhirnya, persoalan itu sampai ke telinga awak media. Saat dikonfirmasi, beberapa CPNS di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akhirnya mengaku. Salah satu CPNS dari Dinas Kesehatan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, awalnya, dia mengira hanya gajinya saja yang kurang. Tapi, setelah bertanya ke sesama CPNS khususnya tenaga kesehatan, ternyata sama.

“Kekurangannya juga cukup besar antara 400 hingga 500 ribu rupiah. Padahal rekan kami CPNS di RSUD katanya gaji mereka diterima utuh. Sama seperti gaji pada bulan-bulan sebelumnya,” aku salah satu CPNS yang tidak mau menyebutkan namanya, yang turut dibenarkan beberapa rekannya sesama CPNS.

Hal serupa dikatakan CPNS lain dari Dinas Pendidikan. Ia mengaku, rata-rata CPNS guru juga mengalami hal yang sama.

“Kalau di Dinas Pendidikan kami baru tahu. Karena gaji 14 CPNS guru baru dibayarkan setelah lebaran baru-baru ini. Tapi memang rata-rata tidak sesuai dengan gaji yang biasa kami terima setiap bulan. Gaji saya kurang sekitar 500-an ribu,” ungkap sumber yang juga menolak menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Sahara Albugis saat dikonfirmasi mengaku baru mendengar informasi itu dari wartawan. Menurut Sahara, dalam melakukan pembayaran gaji pegawai, pihaknya hanya mengacu pada daftar gaji yang dikeluarkan Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong.

“Astaga. Saya belum tahu soal itu. Nanti saya akan kroscek ke bendahara. Yang jelas, kami melakukan pembayaran gaji hanya berdasarkan pada daftar gaji dari BKD,” sahut Sahara Albugis, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/6/2019).

Senada dikatakan, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Renti Mokoginta.

“Saya sudah dengar informasi ini. Dan setelah dikroscek, ternyata ada kesalahan input gaji dari BKD. Jadi tidak ada pemotongan. Sistem keuangan sekarang sudah online. Tidak ada celah bagi dinas melakukan pemotongan gaji pegawai,” ujar Renti, kemarin.

Terpisah, Kepala BKD Bolmong, Fico Mokodompit tak menampik informasi tersebut. Tapi menurut Fico, hal itu hanya mis (salah dan ketidaksesuaian) data saat penginputan gaji 14 CPNS di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Memang data dari kami (BKD) ada item yang kurang. Dan tidak sempat lagi dikroscek kemudian langsung diberikan ke dinas. Begitu juga saat dinas mengajukan pembayaran, dari BKD juga sudah tidak sempat cek dan langsung diproses. Tapi harusnya, dari dinas juga kroscek kembali data yang dari BKD. Jangan sampai ada yang kurang,” jelas Fico di ruang kerjanya, Kamis (20/6/2019).

Di sisi lain, atas kejadian tersebut, lanjut Fico, pihaknya sudah minta bendahara kedua dinas untuk kembali memasukkan permintaan pembayaran gaji 14 yang masih kurang bayar.

“Jadi tidak ada pemotongan. Hanya saja ada item yang kurang saat penginputan. Dan kami sudah minta bendahara masing-masing dinas untuk segera memproses selisih kekurangan gaji 14 yang belum terbayar. Dalam waktu dekat ini semuanya akan dibayarkan,” tandasnya.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Senin 6 Mei 2019 lalu, besaran THR yang diberikan sebesar penghasilan satu bulan yang diterima pekerja tersebut pada dua bulan sebelum bulan hari raya.

Besaran THR diatur paling sedikit meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum dan paling banyak meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum dan tunjangan kinerja. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

600 aparat gabungan geledah Pusian dan Toruakat, 8 pucuk senapan angin disita

Puluhan sajam, dan panah wayer juga berhasil diamankan.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com- Tim gabungan TNI, Polri dan Satpol-PP menggelar operasi geledah kampung di Desa Pusian dan Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (9/10/2019).

Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan itu menurunkan 600 personil aparat dari Polres Kotamobagu, Kodim 1303/Bolmong dan Satpol-PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong serta aparat kedua desa.

Hasilnya, tim gabungan menemukan 8 pucuk senapan angin dengan kaliber bervariasi antara 4 hingga 5,5 milimeter. Selain itu, aparat juga berhasil menyita 30 pucuk tombak, 10 pucuk parang, dan anak panah wayer sebanyak 40 buah.

“Hasil razia ini akan kita amankan di Polres kotamobagu sebagai barang bukti,” kata Siahaan kepada wartawan usai penggeledahan.

Selain razia sajam dan senapan angin, upaya yang dilakukan aparat keamanan bersama dengan pemerintah yakni melakukan pertemuan tokoh masyarakat serta pemuda dari dua desa tersebut.

Dan, menurut Kapolres, masing-masing pihak berkeinginan melakukan perdamaian. Pasalnya, pertikaian kedua desa yang notabene bersaudara itu membawa efek trauma bagi masyarakat khususnya anak-anak dan perempuan.

“Anak-anak ke sekolah jadi ketakutan. Ibu-ibu juga jadi tidak nyaman ketika ingin ke pasar atau beraktifitas lainnya,” ucap Siahaan.

Lebih lanjut, rencananya, Jumat (11/10/2019), para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta seluruh masyarakat Desa Pusian dan Desa Toruakat akan difasilitasi dan dipertemukan.

“Kita akan buat pertemuan perdamaian antara kedua desa itu. Semua akan kita hadirkan. Pada pertemuan nanti akan dibuat deklarasi perdamaian,” paparnya.

Di sisi lain, terkait pertikaian antara Pusian vs Toruakat, aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang tersangka dari masing-masing desa. Keduanya diduga menjadi penyebar berita bohong (hoax) lewat media sosial bernuansa provokatif sehingga berujung pada konflik kedua desa.

“Sementara, untuk tersangka utamanya yang melakukan penganiayaan di dua tempat masih buron. Sedang kita telusuri pelaku penganiayaan sebanyak dua orang pada dua kejadian berbeda. Memang sampai saat ini tersangka masih melarikan diri. Tapi kita pastikan dalam waktu dekat akan kita temukan. Karena identitas sudah kita kantongi,” sahut Kapolres, sembari menegaskan, razia senjata tajam dan senapan angin serta knalpot bising tidak hanya dilakukan di Pusian dan Toruakat.

Tapi akan berkelanjutan ke seluruh wilayah Dumoga bersatu.

“Sampai pada akhirnya, Dumoga raya ini benar-benar aman,” pungkasnya.(itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com