Connect with us

Zona Bolmong Raya

16 Puskesmas di Bolmong belum kantongi izin lingkungan

Hanya ada satu Puskesmas yang memiliki dokumen ijin lingkungan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi Puskesmas (foto-net)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Meski sudah beroperasi bertahun-tahun, namun sebanyak 16 Puskesmas di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), sama sekali belum memiliki dokumen tentang izin lingkungan hidup. Baik itu dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) maupun dokumen Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk Puskesmas rawat inap serta surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan (SPPL) untuk Puskesmas rawat jalan.

Padahal, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI, Nomor 75 Tahun 2014, Pasal 27 ayat (1) huruf (c) tentang Puskesmas, menyebutkan setiap Puskesmas wajib memiliki dokumen pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kondisi ini berdampak pada proses registrasi ulang seluruh Puskesmas yang ada di Bolmong. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, Sahara Albugis, mengakui mengakui hal tersebut. Tapi menurut dia, persoalan ini sudah terjadi bertahun-tahun dan sudah terjadi dalam beberapa kali pergantian pimpinan. Baik pimpinan daerah maupun pimpinan instansi terkait dalam hal ini Dinkes Bolmong.

SehMenurut Sahara, untuk mengurus persoalan ini membutuhkan waktu panjang dan tentunya konsekuensi biaya yang tidak sedikit.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, Sahara Albugis. (Foto: Zonautara.com/itd)

“Tahun 2018 lalu kita memang sudah rencana mengurus izin lingkungan. Tapi masih terkendala dana. Tahun ini sudah kita anggarkan,” aku Sahara, Senin (17/6/2019).

Di sisi lain, dari 17 Puskesmas di Bolmong, hanya satu yang sudah ada dokumen SPPL. Yakni Puskesmas Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah.

“Puskesmas Werdhi Agung sudah ada dokumen lingkungan. Yakni SPPL karena statusnya rawat jalan. Sementara untuk puskesmas yang lain dokumennya sudah kita sampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolmong, Deasy Makalalag, membenarkan hal tersebut.

“Izin lingkungan sangat penting bagi setiap fasilitas pelayanan kesehatan, karena berkaitan dengan limbah medis. Jika limbah tersebut tidak dikelola dengan baik dan benar, maka dapat menimbulkan bahaya dan menjadi sumber penyakit. Sehingga, semua puskesmas itu wajib mengantongi izin tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan,” jelas Essy, sapaan akrabnya, Rabu (26/6/2019).

Di sisi lain, untuk mendapatkan izin tersebut, katanya, Puskesmas harus melibatkan konsultan lingkungan yang bisa menyusun dokumen UKL dan UPL. Selanjutnya, DLH akan melakukan kajian terhadap dokumen tersebut.

“Di Bolmong ada empat Puskesmas yang wajib UKL-UPL karena rawat inap. Sementara sisanya yang rawat jalan hanya SPPL,” pungkas Essy. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

600 aparat gabungan geledah Pusian dan Toruakat, 8 pucuk senapan angin disita

Puluhan sajam, dan panah wayer juga berhasil diamankan.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com- Tim gabungan TNI, Polri dan Satpol-PP menggelar operasi geledah kampung di Desa Pusian dan Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (9/10/2019).

Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan itu menurunkan 600 personil aparat dari Polres Kotamobagu, Kodim 1303/Bolmong dan Satpol-PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong serta aparat kedua desa.

Hasilnya, tim gabungan menemukan 8 pucuk senapan angin dengan kaliber bervariasi antara 4 hingga 5,5 milimeter. Selain itu, aparat juga berhasil menyita 30 pucuk tombak, 10 pucuk parang, dan anak panah wayer sebanyak 40 buah.

“Hasil razia ini akan kita amankan di Polres kotamobagu sebagai barang bukti,” kata Siahaan kepada wartawan usai penggeledahan.

Selain razia sajam dan senapan angin, upaya yang dilakukan aparat keamanan bersama dengan pemerintah yakni melakukan pertemuan tokoh masyarakat serta pemuda dari dua desa tersebut.

Dan, menurut Kapolres, masing-masing pihak berkeinginan melakukan perdamaian. Pasalnya, pertikaian kedua desa yang notabene bersaudara itu membawa efek trauma bagi masyarakat khususnya anak-anak dan perempuan.

“Anak-anak ke sekolah jadi ketakutan. Ibu-ibu juga jadi tidak nyaman ketika ingin ke pasar atau beraktifitas lainnya,” ucap Siahaan.

Lebih lanjut, rencananya, Jumat (11/10/2019), para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta seluruh masyarakat Desa Pusian dan Desa Toruakat akan difasilitasi dan dipertemukan.

“Kita akan buat pertemuan perdamaian antara kedua desa itu. Semua akan kita hadirkan. Pada pertemuan nanti akan dibuat deklarasi perdamaian,” paparnya.

Di sisi lain, terkait pertikaian antara Pusian vs Toruakat, aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang tersangka dari masing-masing desa. Keduanya diduga menjadi penyebar berita bohong (hoax) lewat media sosial bernuansa provokatif sehingga berujung pada konflik kedua desa.

“Sementara, untuk tersangka utamanya yang melakukan penganiayaan di dua tempat masih buron. Sedang kita telusuri pelaku penganiayaan sebanyak dua orang pada dua kejadian berbeda. Memang sampai saat ini tersangka masih melarikan diri. Tapi kita pastikan dalam waktu dekat akan kita temukan. Karena identitas sudah kita kantongi,” sahut Kapolres, sembari menegaskan, razia senjata tajam dan senapan angin serta knalpot bising tidak hanya dilakukan di Pusian dan Toruakat.

Tapi akan berkelanjutan ke seluruh wilayah Dumoga bersatu.

“Sampai pada akhirnya, Dumoga raya ini benar-benar aman,” pungkasnya.(itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com