Connect with us

Zona Bolmong Raya

Tiap hari, Bolmong produksi 174 ton sampah

Setiap tahun produksi sampah Bolmong meningkat, seiring pertumbuhan penduduk.

Bagikan !

Published

on

TPA Bolmong (Foto: zonautara.com/Itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah telah berusia lebih dari sepuluh tahun. Tetapi, hingga saat ini, persoalan sampah tetap saja menjadi masalah yang serius, tak terkecuali, di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong mencatat, tahun 2019 ini, masyarakat daerah lumbung padi di Sulawesi Utara (Sulut) itu memproduksi 174,12 ton sampah setiap harinya. Atau setara 63.500 ton per tahun.

Angka ini belum termasuk sampah yang masih di buang secara sembarangan di daerah aliran sungai dan lokasi lainnya selain tempat pembuangan sampah.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, DLH Kabupaten Bolmong, Deasy Makalalag mengatakan, angka 174,12 ton produksi sampah berasal dari asumsi jumlah penduduk Bolmong tahun 2019.

“Jumlah penduduk Bolmong tahun 2019 sebanyak 174.120 jiwa. Sementara, secara nasional, produksi sampah harian per orang diasumsikan rata-rata 0,7 kilogram,” kata Deasy, Kamis (27/6/2019).

Menurut Deasy, angka tersebut terus mengalami peningkatan sejak 2015 yakni sebanyak 163,23 ton per hari. Bahkan, sempat naik drastis pada 2018 yang menyentuh 192,55 ton per hari, seiring bertambahnya jumlah penduduk Bolmong saat itu.

Kemudian kembali mengalami penurunan pada 2019 setelah jumlah penduduk kembali berkurang.
Sejak pertengahan 2015 hingga 2017, belum ada upaya pengendalian sampah di Bolmong lantaran tidak ada tempat pembuangan akhir (TPA).

Penanganan sampah baru dilakukan pada 2018 setelah pemerintah provinsi membangun TPA berbanderol Rp 15 Miliar, di Desa Inuai, Kecamatan Passi Barat.

“Sebagai langkah awal, pada 2018, Pemkab Bolmong fokus menangani persoalan sampah yang dihasilkan delapan unit pasar tradisional yang tersebar di wilayah Bolmong, yakni pasar Inobonto, pasar Lolak, pasar Poigar, pasar Pusian, pasar Imandi, pasar Mopuya, pasar Ibolian dan pasar Doloduo,” ujar Deasy.

Disisi lain, terkait persoalan sampah, Deasy mengakui, meski terkendala anggaran, tapi pihaknya serius dalam upaya penanganan kedepan. Bahkan, sebagai tindaklanjut Peraturan Presiden (Perpres) nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Pemkab Bolmong melalui DLH sementara menyusun dokumen Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) yang nantinya akan menjadi landasan serta payung hukum dalam memerangi sampah.

“Dokumennya sementara dikaji oleh Bagian Hukum Pemkab Bolmong. Itu nantinya menjadi dasar pengelolaan sampah secara terintegrasi dari hulu ke hilir dengan target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sebesar 70 persen di tahun 2025,” tandas Deasy. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

600 aparat gabungan geledah Pusian dan Toruakat, 8 pucuk senapan angin disita

Puluhan sajam, dan panah wayer juga berhasil diamankan.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com- Tim gabungan TNI, Polri dan Satpol-PP menggelar operasi geledah kampung di Desa Pusian dan Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (9/10/2019).

Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan itu menurunkan 600 personil aparat dari Polres Kotamobagu, Kodim 1303/Bolmong dan Satpol-PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong serta aparat kedua desa.

Hasilnya, tim gabungan menemukan 8 pucuk senapan angin dengan kaliber bervariasi antara 4 hingga 5,5 milimeter. Selain itu, aparat juga berhasil menyita 30 pucuk tombak, 10 pucuk parang, dan anak panah wayer sebanyak 40 buah.

“Hasil razia ini akan kita amankan di Polres kotamobagu sebagai barang bukti,” kata Siahaan kepada wartawan usai penggeledahan.

Selain razia sajam dan senapan angin, upaya yang dilakukan aparat keamanan bersama dengan pemerintah yakni melakukan pertemuan tokoh masyarakat serta pemuda dari dua desa tersebut.

Dan, menurut Kapolres, masing-masing pihak berkeinginan melakukan perdamaian. Pasalnya, pertikaian kedua desa yang notabene bersaudara itu membawa efek trauma bagi masyarakat khususnya anak-anak dan perempuan.

“Anak-anak ke sekolah jadi ketakutan. Ibu-ibu juga jadi tidak nyaman ketika ingin ke pasar atau beraktifitas lainnya,” ucap Siahaan.

Lebih lanjut, rencananya, Jumat (11/10/2019), para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta seluruh masyarakat Desa Pusian dan Desa Toruakat akan difasilitasi dan dipertemukan.

“Kita akan buat pertemuan perdamaian antara kedua desa itu. Semua akan kita hadirkan. Pada pertemuan nanti akan dibuat deklarasi perdamaian,” paparnya.

Di sisi lain, terkait pertikaian antara Pusian vs Toruakat, aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang tersangka dari masing-masing desa. Keduanya diduga menjadi penyebar berita bohong (hoax) lewat media sosial bernuansa provokatif sehingga berujung pada konflik kedua desa.

“Sementara, untuk tersangka utamanya yang melakukan penganiayaan di dua tempat masih buron. Sedang kita telusuri pelaku penganiayaan sebanyak dua orang pada dua kejadian berbeda. Memang sampai saat ini tersangka masih melarikan diri. Tapi kita pastikan dalam waktu dekat akan kita temukan. Karena identitas sudah kita kantongi,” sahut Kapolres, sembari menegaskan, razia senjata tajam dan senapan angin serta knalpot bising tidak hanya dilakukan di Pusian dan Toruakat.

Tapi akan berkelanjutan ke seluruh wilayah Dumoga bersatu.

“Sampai pada akhirnya, Dumoga raya ini benar-benar aman,” pungkasnya.(itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com