Connect with us

Sosial Kemasyarakatan

Indonesia dan Amerika Serikat perluas kerjasama untuk akhiri tuberkulosis

Setiap tahunnya ada 842 ribu kasus baru dengan 294 kematian per hari.

Bagikan !

Published

on

Foto: US Embassy Jakarta

JAKARTA, ZONAUTARA.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Becton, Dickinson and Company (BD), perusahaan teknologi medis internasional yang berbasis di AS, meresmikan kemitraan baru untuk mendukung pemberantasan tuberkulosis (TBC) di Indonesia melalui Program TBC Nasional.

Dengan estimasi jumlah kasus baru sebanyak 842.000 setiap tahunnya dan 294 kematian setiap harinya, Indonesia memiliki beban TB tertinggi ke-3 di dunia. Dengan hanya sekitar 9 persen kasus TBC kebal obat yang bisa didiagnosis, TBC semakin sulit untuk ditangani.

Kemitraan USAID dan BD didesain untuk memperkuat kemampuan Sistem Laboratorium Kementerian Kesehatan untuk mendiagnosis dan memantau pasien yang sedang menjalani pengobatan TBC. Kemitraan ini akan berupaya menciptakan solusi inovatif untuk memperkuat deteksi kasus TBC di Indonesia, terutama kasus TBC kebal obat.

“Mengakhiri TBC bersama dengan para mitra kami di Indonesia merupakan salah satu prioritas utama kami. Pendekatan baru kami, the USAID Global Accelerator to End TB mempercepat investasi dari para mitra swasta seperti BD sehingga negara-negara di dunia termasuk Indonesia, dapat menghentikan penyebaran TBC, dan memberikan manfaat bagi semua orang tanpa melihat kewarganegaraan mereka,” kata Direktur USAID Indonesia Erin E. Mckee, sebagaiaman rilis yang diterima Zonautara.com, Jumat (28/6/2019).

Wakil Presiden BD Global Health Renuka Gadde mengatakan, “dengan kemitraan ini, BD dapat menyumbangkan kemampuan canggih dan keahlian dalam pengujian fenotipik kepada populasi yang paling membutuhkannya.”

“Kami melihat adanya kesempatan untuk meningkatkan ekosistem laboratorium dalam hal jaminan kualitas, proses rujukan spesimen dan membangun sistem ekstraksi data. Kami berharap kemitraan dengan USAID Indonesia dan Program TBC Nasional Indonesia akan memberikan makna mendalam untuk mengatasi tantangan terkait penyakit menular yang kebal obat,” ujar Gadde.

Bersama dengan Program TBC Nasional, kemitraan BD dan USAID juga meningkatkan kemandirian Indonesia dalam hal deteksi dan penanganan kasus TB dengan diterapkannya keahlian dan komitmen sektor swasta untuk menciptakan solusi TBC yang efektif dan berkelanjutan.

Kemitraan ini hanya salah satu dari berbagai inisiatif sektor kesehatan yang dilaksanakan oleh Kedutaan Besar AS di Indonesia, yang menunjukkan luasnya peran AS dalam Kerjasama Strategis AS-Indonesia.

USAID adalah lembaga pembangunan internasional utama di dunia dan katalisator dalam mendorong hasil-hasil pembangunan. memajukan keamanan nasional dan kemakmuran ekonomi serta mendukung kemandirian serta ketangguhan.

USAID telah bekerja sama dengan Indonesia untuk menanggulangi TBC selama 20 tahun dan memberikan manfaat langsung bagi 700.000 warga negara Indonesia.

Sementara BD adalah salah satu perusahaan teknologi medis terbesar di dunia yang memajukan dunia kesehatan melalui peningkatan penemuan medis, diagnosis dan pemberian pelayanan.

BD mendukung para pahlawan di garis terdepan pelayanan kesehatan dengan mengembangkan teknologi inovatif, pelayanan dan solusi yang membantu memajukan terapi klinis bagi pasien dan proses klinis bagi penyedia layanan kesehatan.

BD dan 65.000 pekerjanya mempunyai semangat dan komitmen untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi penanganan kasus medis oleh dokter yang memungkinkan ilmuwan untuk mendeteksi penyakit secara akurat dan meningkatkan kapabilitas peneliti untuk mengembangkan diagnostik dan terapi generasi baru di masa depan.

BD hadir secara virtual di hampir seluruh negara dan bekerja sama dengan berbagai organisasi di dunia untuk mengatasi berbagai tantangan kesehatan global yang paling rumit.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sosial Kemasyarakatan

Imbauan MUI soal Salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19

Salat Idulfitri dapat dilaksanakan di rumah.

Bagikan !

Published

on

Ilustras menara masjid. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri saat Pandemi.

Dalam fatwa itu, MUI mengimbau soal pelaksanaan salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19 yang masih terus berlangsung. Umat Islam di Indonesia yang berada di kawasan episentrum covid-19 atau zona merah dapat melaksanakan salat Idulfitri di rumah.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, di manapun lokasi salat Idulfitri nanti, masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya penularan virus korona.

“Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman pelaksanaan ibadah Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah SWT sekaligus menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Asrorun, Rabu (13/5/2020).

Dokumen lengkap tentang fatwa MUI ini dapat dibaca pada link ini.

Secara umum, fatwa ini memiliki pertimbangan bahwa salat Idulfitri merupakan ibadah yang menjadi salah satu syiar Islam dan simbol kemenangan dari menahan nafsu selama bulan Ramadan.

Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di rumah secara berjamaah atau sendiri, terutama untuk warga di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau bebas Covid-19, salat Idulfitri berjamaah bisa dilakukan seperti biasa

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com