Connect with us

Zona Bolmong Raya

Ternyata, saat Bolmong mekar, tak ada berita acara penyerahan aset

Penyelesaian aset di wilayah pemekaran bakal temui jalan buntu

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com — Upaya penyelesaian persoalan aset atau barang milik daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) khususnya aset tetap yang ada di empat daerah pemekaran terancam kandas.

Pasalnya, saat Bolmong mulai dimekarkan menjadi empat kabupaten dan satu kota medio 2007 lalu, tidak ada berita acara penyerahan aset yang dilengkapi dengan daftar inventaris barang antara daerah induk dan daerah pemekaran.

Hal itu diakui Kepala Badan Keuangan (BKD) Bolmong, Fico Mokodompit. Menurut Fico, itu merupakan satu kekeliruan besar saat pemekaran terjadi.

“Itulah salahnya kita (Bolmong) pada saat pemekaran. Harusnya pada saat pemekaran waktu itu ada berita acara penyerahan aset dilengkapi dengan daftar inventaris. Nah saat menyusun daftar inventaris maka daerah otonom baru dengan daerah induk turun sama-sama melakukan verifikasi. Tapi itu terlupakan,” kata Fico, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/7/2019).

Lebih lanjut, Fico menjelaskan, proses verifikasi barang inventaris baru dilakukan sekitar delapan tahun setelah pemekaran yakni pada 2015 lalu. Saat itu, rata-rata daerah pemekaran sudah melakukan pengadaan barang baru.

Sementara, menurut Fico, barang inventaris yang lama mungkin sudah dimusnahkan, atau mungkin karena sudah rusak kemudian dibuang. Jadi ketika turun verifikasi pada 2015 lalu, antara daerah pemekaran dan daerah induk maka tidak ditemukan lagi barang-barang lama.

“Dasar itulah sehingga daerah pemekaran tidak mau mengakui itu. Imbasnya, sampai hari ini masih terus tercatat di Bolmong sebagai daerah induk. Karena terlambat proses verifikasi aset,” ungkap Fico.

Di sisi lain, dirinya menuturkan, upaya yang ditempuh Pemkab Bolmong saat ini adalah kembali berkoordinasi dengan daerah-daerah pemekaran untuk kembali melakukan penelusuran aset. Hingga pada akhirnya, aset benar-benar tidak ditemukan.

“Kita akan lebih maksimalkan lagi penelusuran. Jika langkah itu sudah dilakukan dan barang yang dicari memang betul-betul tidak ditemukan, maka solusi terakhir adalah berkoordinasi dengan BPKP dan BPK, kemudian bersama-sama dengan DPRD menyepakati untuk membuat berita acara penelusuran aset sampai pada akhirnya barang itu benar-benar tidak ditemukan,” tutur Fico.

Jika itu disepakati bersama, maka menurut dia, Pemkab dan DPRD Bolmong bisa meminta rekomendasi BPK untuk melakukan penghapusan total aset yang tidak ditemukan. Kendati penghapusan aset dibolehkan oleh undang-undang, tapi prosesnya tidak mudah.

“Untuk menuju solusi terakhir ini memang berat. Tidak mudah karena semua upaya penelusuran harus dilakukan terlebih dulu. Semaksimal mungkin. Hingga akhirnya benar-benar menemui jalan buntu, kemudian bisa ambil langka penghapusan. Jangan sampai ada motif penggelapan aset,” pungkas Fico Mokodompit.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Tahlis Gallang mengaku, saat ini Pemkab Bolmong sudah ada komunikasi dengan daerah pemekaran melalui Sekda masing-masing terkait penyelesaian masalah aset.

“Rencananya dalam waktu dekat akan digelar pertemuan antar Pemda yang ada di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Mudah-mudahan persoalan aset yang terkait dengan daerah pemekaran akan dapat dituntaskan,” ungkap Sekda Tahlis. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Warga Sauk geger, tengkorak manusia ditemukan tertancap di batang mangrove

Sulit diidentikasi, diperkirakan berusia puluhan tahun.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Warga Desa Sauk, Kecamatan Lolak sempat dibuat geger dengan penemuan tengkorak manusia di kawasan hutan mangrove desa tersebut.

Tengkorak pertama kali ditemukan Mateos Lagungtihokang (57), warga Desa Baturapa Satu, Kecamatan Lolak yang tengah mencari bibit mangrove.

Kepada wartawan, Mateos mengaku diminta pihak kehutanan untuk mencari bibit mangrove untuk di bawa ke Likupang, Minahasa Utara.

Tepatnya, Kamis (9/1/2020), sekitar pukul 15.00 Wita, dirinya yang hanya seorang diri kaget luar biasa karena mendapati benda yang mirip tengkorak manusia tertancap di batang tanaman mangrove.

Dia langsung pulang ke rumahnya di Desa Baturapa Satu. Dan menceritakan apa yang dia lihat kepada orang-orang sekitar rumahnya. Sepertinya tidak ada yang percaya. Dikira hanya bergurau.

Senin (13/1/2020), saat kerja bakti di gereja, dia kembali bercerita ke beberapa orang. Akhirnya ada yang percaya dan langsung mendatangi lokasi penemuan.

“Tapi saat itu sudah sore. Jadi kita laporkan besoknya ke Polsek Lolak,” kata Mateos.

Selasa (14/1/2020), saat menerima laporan, anggota kepolisian dipimpin langsung Kapolsek Lolak mendatangi lokasi penemuan dan membawa tengkorak itu ke Puskesmas Lolak untuk diperiksa apakah betul itu tengkorak manusia.

Kapolsek Lolak, AKP A.R Faudji SH.MH membenarkan adanya kejadian penemuan tengkorak tersebut.

“Benar warga Desa Sauk menemukan tengkorak manusia bersama pakaian kemeja kotak-kotak. Sejak menerima laporan dari warga setempat, saya bersama anggota langsung turun ke TKP, kemudian membawa tengkorak ke Puskesmas Lolak untuk dilakukan visum,” kata Faudji saat ditemui di ruang kerjanya.

Lanjutnya, saat ini tengkorak tersebut telah diserahkan pihak Polsek ke Pemerintah Desa Sauk untuk dimakamkan. Kata dia, tengkorak tersebut berdasarkan hasil visum diperkirakan telah meninggal sekitar 6-7 tahun yang lalu.

“Namun ketika ada masyarakat yang kehilangan segera melapor ke polsek, kita akan galih kembali agar keluarga bisa mengetahui sepenuhnya bahwa itu benar keluarga mereka. Jenis kelamin pun belum diketahui. Karena diduga tengkorak tersebut meninggal di laut dan terseret arus hingga ke hutan mangrove. Pasalnya hanya tengkorak saja, sedangkan anggota tubuh lainnya tidak ada,” ujarnya.

Dengan adanya penemuan tengkorak itu kata Faudji, pihaknya masih terus mencari dan membuka ruang bagi masyarakat yang kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.

“Pastinya kasus ini akan terus didalami sampai diketahui asal tengkorak tersebut,” tutupnya.

Dokter Bagus, yang saat itu melakukan pemeriksaan turut membenarkan adanya pemeriksaan tengkorak manusia yang ditemukan warga. Menurut dia, diperkirakan tengkorak tersebut sudah berusia puluhan tahun.

Di sisi lain, secara medis kata Dokter Bagus, untuk identifikasi sudah sulit dilakukan karena yang ditemukan tinggal tulang tengkorak saja.

“Secara medis ini sulit. Dan kecil kemungkinan untuk bisa teridentifikasi. Karena tidak ada data pendukung lain. Misalnya gigi atau rambut. Tapi ini yang ditemukan hanya tinggal tulang tengkorak saja,” sahutnya.

Menariknya, disaat yang sama, Jumrin Batalipu (50), warga Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak mengaku pernah kehilangan anggota keluarganya pada 2012 silam.

Adalah Rijal Batalipu (24), warga desa Pasir Putih, Kecamatan Lolak yang merupakan keponakan dari Jumrin itu dinyatakan hilang saat memancing ikan di laut Pulau Tiga bersama satu orang rekannya menggunakan perahu.

“Sekitar Januari 2012. Dia berangkat dari rumah bersama rekannya pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Pukul 14.00 Wita temannya pulang tapi tinggal dia sendiri. Kemudian memberi kabar kepada keluarga bahwa Rijal jatuh di laut saat memancing dan dia tidak berdaya untuk menolong karena laut bergelombang dan angin cukup kencang saat itu,” ungkap Jumrin kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Lolak, Selasa (14/1/2020).

Tapi dari pihak keluarga saat itu merasa ada kejanggalan dari semua cerita yang disampaikan rekan korban. Berbelit-belit dan tidak masuk di akal. Keluarga langsung melaporkan ke aparat kepolisian dan langsung melakukan pencarian bersama beberapa warga. Sayang tidak membuahkan hasil.

“Rijal hilang sampai sekarang,” tuturnya.

Dari kepolisian juga saat itu hanya menyimpulkan bahwa itu kecelakaan karena tidak ada saksi mata ataupun barang bukti yang mengarah ke dugaan-dugaan lain.

“Atas hasil tersebut pihak keluarga hanya bisa pasrah. Dan sampai hari ini tidak diketahui apa yang sebenarnya terjadi. Yang ditemukan ini juga hanya tengkorak kepala saja. Jadi tidak bisa diketahui itu tengkorak siapa. Kalau ada uang mungkin bisa dilakukan pemeriksaan lebih dalam lagi,” pungkasnya.

 

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com