Connect with us

Zona Wakil Rakyat

Sekretariat DPRD mulai gelar persiapan pelantikan Legislator periode 2019-2024

Masa kerja anggota Dewan periode 2014-2019 akan segera berakhir September.

Bagikan !

Published

on

Sekretaris DPRD Sulut, Bartolomeus Mononutu

MANADO, ZONAUTARA.com – Masa jabatan anggota DPRD Sulawesi Utara periode 2014-2019 akan segera berakhir pada September nanti. Pihak Sekretariat DPRD pun mulai melakukan persiapan untuk pelantikan anggota dewan yang baru, periode 2019-2024.

Sekretaris DPRD Sulut, Bartolomeus Mononutu mengatakan bahwa pekan ini melakukan rapat persiapan. Dimana seluruh pejabat struktural Sekretariat DPRD terlibat.

“Beberapa poin jadi catatan dalam persiapan. Di antaranya pimpinan DPRD sementara, pengaturan tempat duduk dan lainnya,” kata Mononutu, Selasa (16/7/2019).

Terkait dengan penetapan pimpinan DPRD sementara, menurut Mononutu melalui Kepala Sub Persidangan, Jouke Pua yang akan duduk adalah legislatif peraih suara terbanyak dari partai politik peraih kursi terbanyak.

“Untuk sementara adalah seperti itu,” kata Pua.

Seperti diketahui, PDIP dan Partai Nasdem adalah parpol peraih kursi terbanyak di DPRD Sulut. PDIP 18 kursi, sementara Partai Nasdem 9 kursi. Peraih suara terbanyak di PDIP adalah Rocky Wowor, dan dari Partai Nasdem adalah Stella Runtuwene. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Wakil Rakyat

Sespimti Dikreg 28 bahas masalah narkoba-terorisme di DPRD Sulut

Sulut dipilih karena merupakan wilayah perbatasan.

Bagikan !

Published

on

Jubir Sespimti Dikreg 28, Kombes Pol Kumbul KS dan Wakil ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut saat diwawancarai wartawan.

Manado, ZONAUTARA.com – Sebanyak 8 siswa Sespimti Dikreg 28 Lembang-Bandung mengunjungi Polda wilayah Sulawesi Utara untuk mengkaji sistem keamanan, maupun pertahanan. Sulut dipilih karena merupakan salah satu wilayah perbatasan yang harus ekstra penanganannya.

“Termasuk juga ideologi, sosial, politik, dan ekonomi. Jadi kita ke berbagai instansi, baik itu di Polda, Kodam, Lantamal, DPRD, Gubernur dan kemudian instansi terkait seperti kelautan dan juga tingkat yang lain,” ucap juru bicara rombongan, Kombespol Kumbul KS usai pertemuan dengan Wakil ketua DPRD, Kamis (22/8/2019).

Kunjungan ini, menurut Kombespol Kumbul adalah dalam rangka mengkaji dan meminta masukan agar perbatasan Indonesia ini dapat terjaga dengan baik.

“Khusus untuk Sulut, alhamdulilah semua berjalan dengan baik. Namun ada beberapa masukan-masukan dari kita yang diberikan kepada Sulawesi Utara, baik itu kepada Kapolda, Pangdam juga Gubernur,” kata Kumbul.

Salah satu masukan yang disampaikan ke DPRD adalah mensinkronkan seluruh pihak agar keamanan dapat terjaga.

“Karena apa? wilayah Sulawesi Utara ini kan cukup rawan karena berbatasan dengan Filipina. Dimana kita tahu sendiri di Filipina di sana ada ada juga teroris, kemudian juga narkoba. Kita tahu di sana ada dua kali penemuan narkotika, yakni pada tahun 2018 dan 2019. Ada masyarakat yang bukan Filipina, juga bukan Indonesia juga kan seperti itu. Kita kasih masukan karena ini tidak bisa kita biarkan juga,” beber Kumbul soal masalah di Sulut terkait dengan perbatasan.

Ia berharap, pihaknya memberikan masukan dan solusi kepada pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah strategis ke sana.

“Misalnya, kita mensinergikan aparat yang di sana, kemudian bagimana kita memberdayakan masyarakat di perbatasan sehingga nasionalismenya tumbuh juga kepedulian terhadap lingkungan. Dari berbagai segi yakni ekonomi, sosial dan sebagainya. Termasuk sistem kemanan yang sudah ada dan sebagainya mana mana yang perlu kita tingkatkan,” pungkasnya.

Sementara Wakil ketua DPRD, Wenny Lumentut menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh dan sangat kooperatif dengan kunjungan Sespimti Dikreg 28 Lembang-Bandung itu.

“Apalagi mereka memberikan masukan-masukan soal penanganan narkoba dan terorisme karena daerah kita berbatasan dengan Filipina. Dimana banyak kasus terorisme di sana,” tandas Lumentut.

Adapun 8 siswa Sespimti Dikreg 28 Lembang-Bandung terdiri dari tujuh perwira polisi dan satu anggota TNI Angkatan Darat dari Kompassus. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com