Connect with us

Zona Manado

Ketika memotret macro tak lagi mahal

Macrophone Manado jadi ruang menyalurkan hobby.

Bagikan !

Published

on

Salah satu hasil foto dengan lensbong (Foto: Michael.Tumbelaka)

MANADO, ZONAUTARA.com – Jika dulu menghasilkan foto dari objek kecil yang diperbesar memerlukan peralatan fotografi yang mahal, kini persoalan itu tak perlu dirisaukan lagi.

Sekelompok pehobby foto yang hanya mengandalkan camera handphone mencoba mengexplore fotografi genre macro.

Mereka melabeli diri dalam komunitas Macrophone Manado. Komunitas ini berawal dari Kelas Inspirasi yang digagas beberapa orang dalam jejaring Sarang Inspirasi.

Kelas Inspirasi sendiri adalah gerakan sosial yang memberi ruang bagi siapa saja yang ingin berbagi pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya kepada siapa saja yang ingin belajar bersama.

“Kami suka memotret, dan mencoba genre macro. Tapi lensa macro profesional sangat mahal. Lalu kami coba dengan alternarif lensbong,” ujar Michael Tumbelaka, sebagai leader Macrophone Manado, Sabtu (20/7/2019).

Lensbong sendiri adalah singkatan dari lensa bongkar. Disebut lensa bongkar karena sebenarnya lensa yang dipakai adalah bagian dari lensa fotografi yang sesungguhnya.

“Jadi bagian dari lensa rusak kami pakai untuk memotret objek-objek kecil. Murah, karena menggunakan bagian dari lensa rusak,” jelas Michael.

Dengan lensbong yang ditempelkan ke camera handphone, objek macro menjadi sesuatu yang tidak lagi mahal untuk diaplikasikan. Selain bisa didapatkan dari lensa rusak, lensa macro untuk handphone sudah bisa diperoleh di berbagai lapak online.

Macrophone Manado sendiri sudah menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya hunting macro di Kaki Dian, Minahasa Utara yang digelar pada Sabtu (6/7). Belasan pehobby foto baik yang sudah profesional maupun yang baru mencoba ikut dalam hunting itu.

Hunting yang ikut disupporting PT Tirta Investama Aqua Pabrik Airmadidi, Manenglel Solidaritas, serta beberapa lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan konservasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan sharing fotografi pada Sabtu (20/7) di Rumah Singgah, Paal Dua, Manado.

Pada sharing itu juga diumumkan para pemenang kompetisi dari fun hunting di Kaki Dian.

Mereka yang membawa pulang hadiah dalam kategori macro adalah Archi; Fendly Derek dan Edwin Tumoka. Sementara dalam kategori landscape adalah Alfonso Wodi dan Viando Manarisip.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Manado

Sambut new normal, pedagang di Pasar Bersehati akui pendapatan mulai stabil

Sempat terdampak besar saat awal pandemi.

Bagikan !

Published

on

Koordinator Pasar Bersehati Murni Karim. (Foto: Kompaq.id)

MANADO, ZONAUTARA.com – Meski angka kasus positif terkonfirmasi covid-19 di Kota Manado masih terus bertambah, namun aktivitas masyarakat terlihat mulai beradaptasi dengan kondisi new normal.

Hal itu terlihat pula di salah satu pasar tradisional terbesar di Manado, Pasar Bersehati, yang diawal pandemi sempat mengalami dampak yang besar.

Nurahma Abdul Rasid, salah satu pedagang yang ditemui reporter Kompaq.id, media sindikasi Zonautara.com, mengakui bahwa semula merasakan penurunan omzet penjualan.

“Tapi kami tetap tidak patah arang, meski banyak barang dagangan yang menumpuk,” ujar Nurahma saat ditemui pada Senin (29/6/2020).

Menurut Nurahma yang juga merupakan mantan anggota legislatif Kota Manado ini, para pedagang di Pasar Bersehati terus berkoordinasi dengan Walikota Manado dan pengelola pasar terutama Direktur Pasar Stenly Suwuh.

“Kami sangat mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah baik penerapan protokol kesehatan maupun melalui bantuan sosial,” kata Nurahma.

Nurahma juga mengatakan bahwa saat anggota DPRD Kota Manado turun meninjau kondisi Pasar Bersehati, dia bersama para pedagang lainnya menjelaskan kondisi sebenarnya, bahwa mereka tetap beraktivitas dengan memperhatikan anjuran pemerintah.

“Kami juga selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah dan PD Pasar secara intens untuk mendapatkan solusi terbaik setiap ada permasalahan,” tutur Nurahma.

Pedagang lainnya, Karlina yang berjualan rempah-rempah mengakui selama ini mereka merasa aman dan nyaman ditengah situasi pandemi covid-19.

“Tapi tetap kami pakai masker dan ikuti anjuran pemerintah lainnya,” ujar Karlina.

Baik Nurahma maupun Karlina mengakui kini penghasilan dari aktivitaa dagang mereka di Pasar Bersehati mulai normal.

Sementara itu, Koordinator Pasar Bersehati Murni Karim menegaskan pihaknya mengikuti anjuran Walikota Manado serta Dirut PD Pasar untuk menegakan protap kesehatan baik bagi pembeli maupun pedagang..

“Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan. Kami juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar, untuk tetap waspada dan jangan panik, kata Karim.

Karim juga memberi jaminan bahwa seluruh karyawan dan petugas pengawas serta petugas ketertiban melaksanakan tugasnya sesuai dengan arahan.

Menurut Karim, kepadatan pengunjung di Pasar Bersehati nampak pada akhir pekan, dimana pembeli dan pedagang musiman datang dari berbagai wilayah terutama dari Manado Tua, Mantehage serta dari Minahasa Utara terutama dari Desa Budo.

Laporan: Kontributor John Pade
Editor: Ronny Adolof Buol


Berita ini merupakan kerjasama sindikasi Zonautara.com dengan Kompaq.id

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com