Connect with us

EDITOR'S PICK

Festival tertua, jejak perang suku di tanah Papua

Selama 30 tahun tidak pernah ada menteri yang mau buka kegiatan ini

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

JAYAWIJAYA, ZONAUTARA.com – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2019 tiba-tiba menarik perhatian dunia. Sejak kegiatan tersebut digagas 30 tahun yang silam, baru pertama kali ini dihadiri seorang pejabat negara sekelas menteri.

Itulah mengapa Bupati Jayawijaya John Richard Banua sangat mengapresiasi kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise dalam pembukaan FBLB, Rabu (07/08/2019).

Menurut Bupati John, FBLB adalah festival tertua yang ada di tanah Papua. Tradisi perang pada suku-suku yang ada di Papua tidak dapat dihilangkan akibat berbagai masalah sosial. Untuk menghindari kontak fisik, maka pemerintah menggelar FBLB.

“FBLB telah memberi dampak positif dan membentuk pola pikir masyarakat lokal di Jayawijaya. Masyarakat kota Wamena dan sekitarnya semakin mengerti bahwa perang suku sangat merugikan kehidupan sosial masyarakat lokal,” kata Bupati John.

zonautara.com
Suasana FBLB pada momentum pembukaan, Rabu (07/08/2019).(Foto: zonautara.com/Ronny Buol)

Perang suku, lanjut Bupati John, seharusnya dapat dilestarikan dengan cara yang berbeda serta memiliki nilai edukasi, yang salah satunya melalui festival budaya. FBLB juga telah menjadi sarana melindungi niklai-nilai seni dan budaya masyakat Baliem yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya nusantara.

FBLB dalam beberapa tahun ini, imbuhnya lagi, telah menempatkan sektor pariwisata sebagai sektor utama pembangunan Jayawijaya, hal ini dibuktikan dengan prosentasi kehadiran para tamu domestik dan mancanegara. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus memberikan perhatian yang serius terhadap kemajuan wisata dan perlindungan terhadap kebudayaan lokal karena secara langsung akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Saya juga atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang mau hadir bersama-sama dengan kami di sini untuk membuka FBLB, yang selama ini kami menanti-nantikan selama 30 tahun, tidak pernah ada menteri yang mau buka kegiatan ini. Tapi hari ini, ibu menteri mau hadir bersama-sama dengan kita di sini. Saya tidak tahu, mungkin karena ibu Menteri orang Papua juga sehingga mau hadir di sini. Tapi saya berterima kasih. Kepada ibu Deputi Pariwisata yang juga mewakili bapak Menteri Pariwisata saya berterima kasih,” ujarnya.

Baca: Festival Budaya Lembah Baliem bersolek gagah

Baca juga: Yohana jadi menteri pertama hadiri Festival Budaya Lembah Baliem

Laporan: Ronny Buol

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !

HEADLINE

Corona di Sulut: masih 3810 swab test belum ada hasil

Telah terjadi antrian sampel yang cukup banyak di laboratorium pemeriksa.

Bagikan !

Published

on

Seorang petugas sedang membawa sampel lendir hasil swab test untuk diperiksa di Laboratorium tes PCR Covid-19 Manado. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO. ZONAUTARA.COM – Kehadiran beberapa laboratorium pemeriksa hasil sampel dari swab test covid-19 di Sulut tidak memberi jaminan kecepatan pemeriksaan terhadap orang-orang yang telah melakukan swab test.

Swab test adalah metode pengambilan lendir dengan teknik sapuan di belakang hidung atau tenggorokan terhadap orang yang dicurigai terjangkit SARS-CoV-2 penyebab covid-19.

Di awal kasus positif terkonfirmasi covid-19 terdeteksi di Sulawesi Utara pada Maret, pemeriksaan hasil swab test dilakukan di laboratorium yang ada di Jakarta dan Makassar. Kemudian pada awal Mei, laboratorium real time PCR milik Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado beroperasi. Menyusul kemudian laboratorium tes cepat molekuler yang dimiliki Laboratorium Klinik RSUP Prof Kandou Malalayang Manado.

Kini pemeriksaan swab test juga sudah dilakukan di laboratorium milik Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Manado dan laboratorium swasta.

Dari paparan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, hingga 3 Juli 2020, jumlah sampel yang dikirim ke laboratorium sudah mencapai 15.586 sampel dari swab test yang diambil di seluruh wilayah Sulut.

Dari 15 ribu lebih sampel yang dikirim untuk diperiksa tersebut, sebanyak 11.776 sampel sudah keluar hasilnya, dimana 9.555 hasilnya adalah negatif dan 1.995 hasilnya positif.

“Hasil positif tersebut terdiri dari 1.191 sampel positif kasus baru dan 804 hasil positif pada saat follow up atau pemeriksaan kedua dan seterusnya,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel melalui rilis yang diterima Zonautara.com pada Sabtu (4/7/2020).

Adapun jumlah sampel yang belum ada hasilnya hingga 3 Juli sebanyak 3.810 sampel. Antrian yang sangat panjang ini dikarenakan sampel yang dikirim ke laboratorium yang ada di Sulut sudah melebihi kapasitas pemeriksaan.

Jika melihat kurva penambahan kasus baru harian di Sulut, dan dikaitkan dengan sampel yang masih antri untuk diperiksa, maka bisa diprediksi beberapa pekan kedepan masih akan ada penambahan kasus baru.

Dandel juga pernah menyinggung bahwa kasus baru positif yang diumumkan hari ini, tidak mencerminkan kondisi penularan saat ini. Sebab telah terjadi antrian yang cukup panjang di laboratorium pemeriksa. Hasil positif yang diumumkan hari ini adalah hasil pengambilan swab hingga seminggu sebelumnya.

“Kini sebagian besar sampel dikirim ke laboratorium di luar Sulut terutama ke Makassar agar antrian sampel yang belum diperiksa segera diketahui hasilnya,” jelas Dandel beberapa waktu lalu.

Mempercepat hasil pemeriksaan sampel juga akan membantu tim surveilans menentukan tindakan segera bagi yang hasilnya positif serta melakukan kontak tracking orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif.

Hasil laboratorium juga menentukan apakah seorang yang positif virus corona sudah bisa dinyatakan sembuh atau tidak. Dua kali hasil negatif secara berturut-turut akan membuat dokter menyatakan status seseorang yang positif covid-19 menjadi sembuh.

Hingga Sabtu (4/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif di Sulut sudah mencapai 1.191 kasus, dimana 268 orang sudah sembuh, 87 meninggal dan kasus aktif ada sebanyak 836 kasus.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com