Sudah 6 orang tewas di New York, Vape mulai dilarang di Amerika Serikat

Semakin banyak anak muda yang tewas karena penyakit paru-paru terkait vape.

Ilustrasi (Pixabay.com)



ZONAUTARA.com – Pemerintahan Donald Trump mulai mewacanakan pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape. Hingga saat ini Amerika Serikat masih meneliti penyebab pasti penyakit paru-paru yang dilaporkan terkait vape.

Di negara bagian Michigan, peredaran vape sudah dilarang awal bulan ini. Sementara di New York segala jenis vape bakal dilarang, menyusul enam orang meninggal akibat penyakit paru-paru terkait vape.

CNN menulis, menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sudah lebih dari 450 kasus penyakit paru terjadi di 33 negara bagian AS terkait penggunaan vape.

Banyaknya masalah paru terkait vape, bahkan telah dikaitkan dengan kematian. New York akhirnya melarang peredaran semua rokok elektrik yang beraroma.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan vape berbahaya dan menimbulkan kecanduan, terutama pada generasi muda.




“Ini jelas ditujukan untuk generasi muda dan sangat efektif menargetkan generasi muda,” kata Cuomo dalam konferensi pers di Mahanttan, dikutip dari Reuters, Senin (16/9).

Cuomo mengatakan komisioner kesehatan New York Howard Zucker bakal secara resmi melarang peredaran rokok elektrik selain tembakau dan mentol pada pertemuan darurat Public Health and Health Planning Council, pekan ini.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
4 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com