Connect with us

SUARA.com

Kebanyakan turis, spot instagramable di Vietnam ini ditutup

Kawasan Old Quarter sangat ikonik di Hanoi dengan kehadiran kafe-kafenya.

Bagikan !

Published

on

old quarter hanoi
Foto: Vietnamadvisors.com

ZONAUTARA.com – Karena dinilai sudah sangat membahayakan, spot instagramable di Vietnam ditutup oleh otoritas setempat. Spot yang dimaksud adalah kawasan rel kereta api Old Quarter.

Kawasan ini memang sangat ikonik di Vietnam, dan terus dibanjiri turis seiring dengan ramainya unggahan foto-foto orang di atas rel kereta api di media sosial, terutama di Instagram.

Old Quater di Hanoi itu juga terkenal dengan kehadiran kafe-kafe di pinggir jalan, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Namun sayang, belum lama ini kawasan kafe di pinggir rel kereta api Old Quarter, Hanoi tersebut terpaksa ditutup.

Alasannya bisa ditebak, sudah terlalu banyak turis yang datang ke kawasan Old Quarter ini sehingga sedikit mengganggu jalannya kereta api.

Dilansir dari laman Times of India Travel, Senin (14/10/19), kawasan ini ditutup oleh Pemerintah Kota Hanoi.

Tempatnya yang begitu unik memang membuat banyak turis dari berbagai belahan dunia rela datang jauh-jauh demi berfoto di kawasan Old Quarter ini.

Namun ternyata, kereta api yang akan melintas jadwalnya terganggu akibat terlalu banyak turis berfoto-foto di Old Quarter.

Belum lama ini, sebuah kereta api yang harusnya melintas terpaksa dijadwal ulang. Pihak berwenang mengatakan bahwa hal ini dilakukan karena banyaknya turis yang berfoto di rel Old Quarter ini.

Sebenarnya kafe-kafe di kawasan Old Quarter tersebut adalah ilegal. Akibat peristiwa itu, akhirnya pihak berwenng memutuskan untuk menutup kafe di pinggiran rel kereta mulai Sabtu (12/10/19) lalu.

“Meskipun kafe kereta api menarik turis, sebenarnya mereka melanggar beberapa peraturan,” tutur Ha Van Sieu selaku wakil ketua Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam.

Meski pelanggaran tidak disebutkan secara rinci, sebenarnya Old Quarter train street ini sudah melewati batas keamanan sebagai destinasi wisata.

Mengingat rel kereta api masih beroperasi dan digunakan, memang sangat berbahaya ya rasanya jika spot ini terus menerus dijadikan destinasi wisata.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SUARA.com

Kisruh APBD DKI Jakarta, Kepala Bappeda dan Kadisparbud mundur

Gubernur Anies Baswedan mengatakan terkejut dengan pengunduran pejabatnya.

Bagikan !

Published

on

Kepala Badan Pembangunan Daerah Jakarta Sri Mahendra Satria Irawan menyatakan mengundurkan diri, Jumat (1/11/2019). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

ZONAUTARA.com – Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sri Mahendra Satria Irawan secara tiba-tiba dan mengejutkan menyatakan pengunduran diri dari jabatannya, Jumat (1/11/2019).

Sebelum Sri Mahendra, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Edy Junaedy juga mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran Sri Mahendra terkait dengan kekisruhan dalam rancangan APBD DKI Jakarta belakangan ini.

“Bapak ibu sekalian, seperti kita ketahui situasi dan kondisi saat ini, yang membutuhkan kinerja Bappeda yang lebih baik lagi, saya mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri,” ujar Sri Mahendra di hadapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (1/11/2019).

Bappeda sendiri merupakan perancang Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang drafnya diketahui memiliki anggaran kontroversial.

Ia berharap, dengan dirinya tak lagi menjabat sebagai Kepala Bappeda DKI Jakarta, institusi itu bisa lebih baik.

“Dengan harapan agar akselerasi Bappeda dapat lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Menanggapi pengunduran diri Mahendra, Anies mengaku terkejut. Namun ia menyatakan keputusan itu adalah pilihan bijak dan harus dihormati.

“Ini adalah sebuah sikap yang perlu dihormati, dihargai, ketika memberi kesempatan kepada yang lain ketika mementingkan organisasi di atas dirinya,” kata Anies.

KUA-PPAS 2020 juga diketahui menuai kontroversi. Beberapa di antaranya adalah lem aibon senilai Rp 82 M, Ballpoint dan Rp 123 Miliar.

Sebelumnya, terdapat beberapa pengajuan anggaran yang membengkak, salah satunya adalah anggaran untuk tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP) yang naik Rp 7,5 Miliar menjadi Rp 26,5 miliar. Setelah ramai dikritik besaran anggaran ini direvisi menjadi Rp 21 miliar.

Selain anggaran untuk TGUPP anggaran pengadaan antivirus dan pembelian data base juga menjadi sasaran kritik lantaran mencapai Rp 12 Miliar.

Sedangkan anggaran lainnya yang dinilai terlampau besar adalah anggaran renovasi rumah dinas Gubernur sebesar Rp 2,4 miliar.

Kadisparbud juga menuai polemik terkait anggaran untuk mendatangkan influencer sebesar Rp 5 miliar dalam rancangan APBD DKI Jakarta.

Bagikan !
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com