Connect with us

Hukum dan Kriminal

Diancam 20 tahun penjara, Siswa yang tikam gurunya jadi tersangka

Korban meninggal saat dirawat di RS Prof Kandouw Malalayang.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – FL, siswa SMK di Kecamatan Mapanget, Manado terancam hukuman penjara hingga 20 tahun. Ancaman itu setelah polisi menetapkan FL yang masih berusia 16 tahun itu sebagai tersangka penikaman terhadap Alexander Pangkey (54) hingga tewas.

Kepala Bidang Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo mengatakan polisi dalam penanganan pelaku berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Balai Pemasyarakatan (Bappas) dan penasehat hukum tersangka.

Tompo menjelaskan kemungkinan FL akan dikenakan pasal pembunuhan.

“Bisa saja pasal 338, 350, 351 ayat 2 (KUHP). Namun, tergantung penyidik nantinya. Ancaman hukuman penjara 15 hingga 20 tahun,” kata Tompo, Selasa (22/10/2019).

Baca juga: Ditegur karena merokok, Siswa SMK tikam gurunya

Saat ini, FL yang ditangani Polsek Mapanget sudah dilimpahkan ke Polres Manado. Polisi sudah melakukan penahanan.

FL dengan sengaja pada Senin (21/10) pagi kemarin, masih dengan berseragam sekolah menikam berulang-ulang korban yang merupakan guru agama Kristen di sekolahnya.

Sebelumnya, korban menegur beberapa siswa yang sedang merokok, termasuk pelaku. FL disuruh pulang ke rumahnya, yang berujung protes temannya OU. Korban terlibat adu mulut dengan OU.

Tanpa diduga FL datang kembali dan membawa pisau. Dia kemudian langsung menikam berulang-ulang ke arah tubuh korban. Video penikaman itu beredar di jejaring sosial.

Usai melakukan perbuatannya, pelaku melarikan diri, sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit AURI dan selanjutnya dirujuk ke RS Prof Kandouw Malalalayang.

Saat berada di RS Prof Kandouw, korban menghembuskan nafas terakhir.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Pria ini ditangkap URC Totosik karena diduga aniaya dan sekap ibu kandungnya

Published

on

Pelaku saat diamankan di Mapolres Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comAksi tak terpuji diduga dilakukan RS alias Regen (36), warga Lingkungan IV, Kelurahan Tumatangtang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan.

Pria pengangguran ini tega menganiaya ibu kandungnya yang berusia 58 tahun secara berulang-ulang. Bahkan, hingga korban mengalami patah tulang tangan kanan.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon yang mengetahui adanya peristiwa tersebut langsung mengamankan pelaku di Lingkungan VII, Kelurahan Lansot, Sabtu (29/2/2020).

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, pada 15 Februari 2020 sekitar pukul 11.00 WITA, korban hendak pulang mandi usai mengunjungi rumah orang tuanya.

Pelaku saat ditangkap URC Totosik. (Foto: Istimewa)

Namun, saat tiba di rumah, korban tidak diizinkan masuk dan mandi di dalam rumah. Karena tidak diizinkan masuk, korban pun mandi di parit yang ada di belakang rumah.

“Melihat korban sementara mandi, pelaku membentak korban dan selanjutnya memukul korban dengan balok kayu sampai korban mengalami patah tulang tangan kanan. Merasa terancam, korban selanjutnya melarikan diri ke rumah orang tuanya,” ujar Watung.

Sekitar pukul 19.00 WITA, lanjut Watung, korban kembali ke rumah untuk beristirahat. Ketika sedang beristirahat di kamar, pelaku memanggil korban keluar dan membentak, bahkan memukul korban dengan menggunakan tangan hingga berkali-kali.

Ironisnya usai memukul korban, pelaku menyekap korban di dalam kamar. Namun sekitar pukul 21.00 WITA, korban berhasil melarikan diri dan pergi ke rumah orang tuanya.

“Menurut korban, sekitar bulan November 2019, pelaku juga pernah melakukan penganiayaan terhadap korban secara berulang-ulang,” jelasnya.

Sementara, kata Watung, berdasarkan keterangan pelaku, penganiayaan terhadap korban dilakukan karena pasangan kumpul kebo dari pelaku tidak direstui oleh korban.

“Pelaku sebelumnya pada tahun 2011 pernah ditahan karena kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin dan mendapat hukuman empat bulan penjara,” tuturnya.

Watung menegaskan, pihaknya sudah mengamankan pelaku di Mapolres Tomohon untuk diproses hukum.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com