Connect with us

ZONA DAERAH

Mulai ‘kuliti’ LKPD, BPK puji capaian Pemkot Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) resmi masuk di Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.

Masuknya para auditor tersebut ditandai dengan kegiatan Entry Briefing yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Tomohon, Jumat (14/2/2020).

Diketahui, tim pemeriksa BPK akan melakukan pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tomohon tahun anggaran 2019.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman yang didampingi Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Harold Lolowang dalam kesempatan itu mengatakan, dalam rangka pemeriksaan LKPD, para Perangkat Daerah harus selalu siap dan bahkan proaktif dalam mempersiapkan permintaan dokumen oleh tim pemeriksa.

Menurut dia, jika ditemui kendala agar segera dikoordinasikan dan secepatnya diselesaikan.

“Saya akan terus memonitor sampai dengan berakhirnya pemeriksaan,” ujar Eman.

Eman menuturkan, pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon patut berbangga karena telah mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI 6 kali berturut-turut.

“Tentu ini merupakan capaian yang patut kita banggakan. Namun itu semua terwujud tidak lepas dari perbaikan akuntabilitas pertanggungjawaban keuangan daerah yang terlaksana sesuai dengan rekomendasi BPK,” jelas Eman.

Dia berharap, pemeriksaan ini akan berjalan dengan baik, sesuai yang diharapkan, serta berharap penyerahan LKPD dapat terlaksana sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Kiranya kita sekalian senantiasa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan tetap berdasarkan pada koridor aturan yang ada,” pungkas Eman.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut Karyadi dalam kesempatan itu memuji Pemkot Tomohon atas capain opini WTP 6 kali berturut-turut.

“Hal ini merupakan prestasi yang baik,” ujar Karyadi.

Dia menjelaskan, tujuan dari pemeriksaan interim atas LKPD, yakni pemantauan tindak lanjut, penilaian efektifitas SPI.

“Serta, penilaian kepatuhan atas peraturan perundang-undangan dan pengujian substansi terbatas pada transaksi/saldo akun-akun tertentu,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Tomohon Gerardus Mogi dan jajaran Pemkot Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Rumah Isolasi Covid-19 Sulut siap tampung 100 penghuni

Hingga Kamis 2 April belum ada ODP yang menjadi penghuni.

Bagikan !

Published

on

Rumah Isolasi Covid-19 di Maumbi, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Sebuah langkah inisiatif diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mencegah penularan virus corona, dengan menyediakan rumah isolasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19.

Rumah isolasi itu memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut yang ada di Maumbi, Minahasa Utara.

Kasubag Umum BPSDM Sulut, Journal Humene ketika ditemui Zonautara.com di Rumah Isolasi Covid-19 mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah siap digunakan.

“Daya tampung yang ada sekarang bisa menampung 100 penghuni,” ujar Humene, Rabu (1/4/2020).

Menurut Humene, daya tampung itu bisa ditambah jika memang ODP yang dibawa ke fasilitas itu membludak.

Dari peninjauan Zonautara.com ke Rumah Isolaso Covid-19, gedung penginapan yang biasanya digunakan peserta pelatihan di BPSDM Sulut dirubah menjadi rumah isolasi.

Dalam gedung dua lantai itu, terdapat puluhan kamar yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan, perabot, tempat tidur serta sejumlah fasilitas lainnya.

Baca pula: Sudah 3 positif corona di Sulut

Humene menjelaskan bahwa simulasi penanganan ODP yang akan dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 telah dilakukan berulang kali, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

Semua ODP yang akan menghuni rumah isolasi tersebut akan melakukan isolasi mandiri dibawah pengawasan petugas.

“Saat ini setiap hari ada petugas jaga yang melakukan shift jaga terdiri dari satu atau dua orang dokter, perawat dan petugas lainnya,” kata Humene.

Meski hingga saat ini rumah isolasi tersebut belum satu pun penghuni ODP, tetapi Humene meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya.

Rekomendasi dokter

Juru Bicara Satgas Covid-19 Steaven Dandel saat ditemui terpisah mengatakan memang hingga saat ini belum ada yang menjadi penghuni rumah isolasi.

Fasilitas kamar isolasi yang ada di Rumah Isolasi Covid-19 Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“ODP itu discreening oleh rumah sakit. Jadi orang-orang yang datang dari daerah dengan transmisi lokal, kalau dia bergejala akan berobat ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian yang akan menawarkan apakah mereka bersedia diisolasi di rumah isolasi. Tapi mungkin ada juga yang harus diendorse,” jelas Dandel.

Baca pula: Lolowang pastikan pasien positif corona di Tomohon tidak benar

Sesuai dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com