Connect with us

CARI TAHU

5 tips rayakan Idul Fitri #dirumahaja

Pandemi covid-19 telah merubah banyak kebiasaan dari kita, termasuk saat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Hari raya Idul Fitri tahun 2020 ini bisa menjadi hari besar yang tidak akan terlupakan bagi kita umat muslim, dimana moment Idul Fitri 1441 Hijriah ini harus dirayakan di tengah pandemi COVID-19.

Umat muslim yang ada di Indonesia bahkan di berbagai negara harus merayakan hari kemenangan di #rumahaja.

Tak hanya beribadah di rumah saja, tetapi untuk saat ini tak ada lagi tradisi atau kegiatan yang dapat membawa suasana yang hangat saat bulan Ramadhan. Tak ada buka bersama, tak ada kegiatan tadarus bersama, tak ada kegiatan Nuzulul Quran, tak ada itikaf di masjid.

Meskipun begitu, kita tetap bisa melakukan berbagai aktivitas untuk merayakan Idul Fitri selama #dirumahaja.

Berikut ini beberapa kegiatan kegiatan persiapan Lebaran yang bisa Anda lakukan selama #dirumahaja:

Belajar masak menu khas

Hari Raya Hari Raya Idul fitri tidaklah lengkap tanpa menu khas Lebaran, khususnya ketupat dan opor ayam. Sebelum Lebaran tiba, pastikan Anda telah menyiapkan daftar menu yang ingin dibuat, termasuk hidangan Lebaran yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Anda tetap dapat memasak santapan lezat khas Hari Raya bagi keluarga tercinta Anda tanpa harus keluar rumah.

Dekorasi rumah ala Hari Raya

Selain memasak menu khas Hari Raya, Anda juga dapat menata ulang rumah Anda dengan furnitur, ornamen serta pilihan warna baru untuk menciptakan suasana lebih nyaman bagi keluarga Anda.

Anda bisa memulai dengan membersihkan perabotan, mendaur ulang atau mendonasikan furnitur yang sudah usang, menentukan palet warna baru hingga menata furnitur serta ornamen baru di ruang keluarga maupun kamar tidur Anda.

Belanja baju dan aksesoris untuk Lebaran

Tradisi baju baru di Hari Raya telah menjadi wujud rasa syukur umat Muslim yang berhasil kembali ke fitrahnya.

Dengan situasi sekarang yang mengharuskan untuk tetap di rumah, belanja online bisa menjadi alternatif Anda untuk memenuhi kebutuhan baju Lebaran keluarga Anda.

Cari promo online yang ditawarkan oleh berbagai platform e-commerce, agar Anda bisa tetap tampil modis untuk menyambut hari raya.

Bingkisan Hari Raya

Berbeda dari tahun sebelumnya, sebagian besar aktivitas silaturahmi di Hari Raya kali ini dilakukan melalui panggilan video dan ucapan spesial di media sosial. Aktivitas ini sudah menjadi pilihan utama untuk tetap terhubung bersama sanak saudara dan keluarga.

Selain melakukan panggilan dengan keluarga Anda, Anda juga dapat mengirimkan bingkisan Hari Raya bagi keluarga, teman dan rekan bisnis Anda.

Berbuat kebaikan #dirumahaja

Ada banyak sekali bentuk kebaikan yang dapat Anda bagikan untuk membagi berkah sembari mengumpulkan pahala di bulan suci Ramadan.

Ada banyak platform donasi yang dapat Anda kunjungi untuk berkontribusi ataupun menunaikan zakat secara daring seperti Baznas, Aksi Cepat Tanggap dan Kitabisa.com.

Waktu yang Anda sisihkan untuk berbuat kebaikan berdampak besar untuk mereka yang membutuhkan, khususnya bagi para pejuang medis maupun komunitas yang kurang beruntung akibat pandemi COVID-19.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !

CARI TAHU

Sudah rindu nge-mal dan nongkrong di kafe? Ini aturannya saat New Normal

Semuanya harus dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.com – Masa karantina berbulan-bulan membuat kita lupa bagaimana rasanya jalan-jalan di mal dan nongkrong di kafe bersama teman-teman.

Nah, kini pemerintah tengah menyiapkan New Normal agar warga bisa beraktifitas kembali tapi dengan mematuhi aturan atau protokol penanganan covid-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan aturan tentang pedoman tatanan normal baru (New Normal) produktif dan aman Coronavirus Disease 2019.

Di dalamnya mengatur protokol kegiatan untuk toko dan pusat komersial seperti pusat perbelanjaan, butik, supermarket, dan bank yang harus menetapkan jumlah maksimum orang yang bisa memasuki tempat tersebut.

Pusat perbelanjaan juga harus gencar-gencarnya mensosialisasikan transaksi online dan metode pembayaran tanpa uang tunai (cashless).

Pengelola mal harus membatasi jumlah orang yang masuk lift dan harus mulai memperbanyak mesin penjual makanan/minuman otomatis daripada mengoperasikan kafetaria. Hal tersebut bertujuan untuk untuk mengurangi kontak langsung.

Menerapkan aturan jarak fisik, dan semua fasilitas berjarak satu meter dan lebih disarankan dua meter. Dan juga tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain pusat perbelanjaan, salon dan spa juga sudah diijinkan beroperasi. Tetapi para pegawai harus menggunakan masker dan sarung tangan. Harus sering-sering mencuci tangan dan membersihkan alat-alat mereka dengan cairan disinfektan.

Penerapan aturan juga berlaku untuk restorant dan kafe, dimana sesuai surat yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pengunjung maksimal 40% dari jumlah kunjungan saat kondisi normal, dan jumlah para pengunjung harus dibatasi.

Pemeriksaan kontrol ketat di setiap pintu masuk dan keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pengelola dan pegawai atau petugas juga harus negatif COVID-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/Rapid yang dilakukan pemilik atau dinas kesehatan setempat. Selain itu menggunakan masker, face shield dan sarung tangan selama beraktivitas.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com