MANADO, ZONAUTARA.com – Usaha catering saat pandemi Covid-19 mengalami penurun yang sangat drastis. Hal ini diakui Agath Debby Walangitan, pemilik salah satu usaha catering, Jumat (09/10/2020).
Menurut Debby, sapaan akrabnya, sebelum pandemi, bisnis kuliner catering terbilang lumayan. Ia menerima pesan makanan mulai dari harga 1 jutaan rupiah hingga 3 jutaan rupiah.
Harga Rp1 juta mendapat 2 menu daging babi, 1 ayam, 1 ikan, 1 sayur, dan 1 kuah. Harga Rp1,5 juta menu 2 babi, 2 ayam, 1 ikan, 1 sayur, 1 kuah, 1 termos nasi.
Sedangkan harga Rp3.750.000 mendapat 3 menu daging babi, 2 ayam, 1 rw, 1 ikan mangael, 1 cakalang fufu, 1 mujair, 1 kuah, 1 sayur, 2 buah, 2 puding, 2 dos air mineral, dan alat makanan.
Berbagai menu dimasak Debby seperti babi rica, babi tore, babi bakar, babi perkedel, tinorangsak, babi leilem, babi ayam rica, dan ayam kecap. Juga ada ayam bumbu rw, ayam asam manis, cakalang fufu, ikan mangael, mujair saos, mujair bakar, udang tepung, dan udang saos rica.
“Pemasukan sebelum pandemi Covid-19 setiap hari ada yang memesan catering. Untuk 100 kepala dengan harga Rp35.000 per kepala. Sehingga meraup keuntungannya berkisar Rp 500-750 ribu per hari,” kata Debby.
Debby menambahkan, untuk pesanan paling lambat seminggu sebelum acara dan langsung panjar 75 persen dari harga yang dipesan. Sedangkan di luar Manado ditambah biaya trasportasi sebesar Rp 75 ribu.
“Bagi keluarga pemesan jika menyediakan meja makanan saya bisa mengganti menu makanan nanti bisa dipilih perkedel atau asam manis.
Bisnis kuliner menjamur, namun soal rasa kami tentunya sangat kompetitif,” ujarnya.
Setelah pandemi Covid-19, usaha catering Debby sudah tidak jalan lagi. Ia coba menempuh usaha lain, yaitu menjual barang rumah tangga. Namun usaha ini juga tidak berjalan lancar.
“Namun semangat tak kendor. Saat ini saya beralih usaha menjual kue kering untuk kue natal. Biasanya bulan Oktober sudah banyak yang pesan, tapi sekarang ini baru sedikit,” kata Debby.
Penulis: Erik Tambuwun

