Kisah Bripka Tri Purba yang rela pulang malam demi sosialisasikan protokol kesehatan di 5 desa binaannya

3 mins read
zonautara.com
Bripka Tri Purba, Bhabinkamtibmas Desa Koha Raya dan Agotey, Kecamatan Mandolang ketika memberikan pemahaman tentang 3M kepada ibu-ibu di desa binaannya.(Image: beritakawanua.com/Asrar Yusuf)

MANADO, ZONAUTARA.com – Menjadi seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) ternyata tidaklah semudah seperti yang dibayangkan. Pendalaman pengetahuan pada bidang kemasyarakatan sangatlah diperlukan.

Akan banyak waktu digunakan oleh seorang Bhabinkamtibmas untuk menjalankan fungsinya sebagai polisi masyarakat di Desa atau Kelurahan. Diantaranya melaksankan kunjungan atau menyambangi masyarakat untuk mendengarkan keluhan warga tentang permasalahan Kamtibmas dan kemudian memberikan penjelasan, penyelesaian keluhan, bahkan memelihara hubungan silaturahmi/persaudaraan.

Adalah Bripka Tri Purba, anggota Polsek Pineleng, Polresta Manado. Ia banyak merelakan waktunya kepada masyarakat karena menjadi seorang Bhabinkamtibmas.

Tak tanggung-tanggung, dia menjadi Bhabinkamtibmas di 5 desa yang berada di Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Desa-desa tersebut meski berada di Kabupaten Minahasa, tapi kecamatan ini masuk dalam wilayah hukum Polresta Manado. Desa-desa tersebut adalah Desa Koha Induk, Desa Koha Timur, Desa Koha Barat, Desa Koha Selatan dan Desa Agotey.

Baca Pula:  Salatiga menjadi kota paling toleran, Manado urutan 3, Tomohon peringkat 4

Di masa pandemi Covid-19, tugasnya pun semakin berat. Karena sebagai garda terdepan pencegahan penyebaran virus corona, ia harus melakukan sosialisasi mengenai kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ketika Polda Sulut mengampanyekan Gerakan Sejuta Masker pada akhir September 2020, ia membagikan masker gratis kepada warga binaannya dengan berjalan kaki.

“Tak lupa saya mengajak seluruh warga untuk dapat melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujar Bripka Tri Purba.

Dia pun harus membagi waktunya untuk dapat menyambangi lima desa binaannya. Dia selalu menyempatkan diri untuk bisa hadir pada pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan seperti kedukaan, pemakaman, pernikahan, HUT dan acara syukuran lainnya.

“Di saat-saat seperti itulah, saya bisa menyampaikan dan mengajak masyarakat untuk tidak lupa menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Memang banyak kendala yang selalu dihadapinya, karena wilayah desa binaannya yang berada di perbukitan. Ia pun harus mempersiapkan diri sejak pagi untuk bisa menjangkau setiap kegiatan di 5 desa tersebut.

Baca Pula:  Petugas temukan uang Rp 194,5 juta dari hasil mengemis seorang kakek

Kesempatan patroli digunakannya untuk menyempatkan bertatap muka sekaligus melaksanakan dialogis dengan masyarakat. Warung, Pangkalan Ojek hingga ke tempat berkumpulnya orang disinggahi hanya untuk memberikan edukasi mengenai bahaya virus corona dan bagaimana mencegah untuk tidak terjangkit.

“Cara paling ampuh hanyalah menerapkan pola 3M, yaitu Mencuci tangan sesering mungkin di air yang mengalir, Menggunakan masker, dan Menjaga jarak,” ungkap Bripka Purba.

Kapolsek Pineleng Iptu Gian Wiyatma mengatakan, pelaksanaan sosialisasi protokol kesehatan yang dilakukan personel Bhabinkamtibmas di wilayahnya memang menjadi program Kapolresta Manado.

“Programnya adalah Bhabinkamtibmas Peduli Covid-19, diharapkan seluruh bhabinkamtibmas, dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dan mendukung pencegahan Covid-19,” tandasnya.

Penulis: Asrar Yusuf/beritakawanua.com


KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com