Kendala siswa SMAN Nusa Tabukan saat belajar di masa pandemi

  • Share
SMA Nusa Tabukan
Penyerahan-handsanitazer kepada siswa Nusa Tabukan. (Foto: Rendy Sasela)

ZONAUTARA.com — Penerapan disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes) harus terus digalakkan, yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Menariknya, di SMA Negeri Nusa Tabukan, Kabupaten Sangihe, kendati kesulitan air bersih, mereka secara disiplin mencuci tangan dengan hand sanitizer.

“Penerapan prokes menjadi kewajiban warga sekolah. Tapi, di SMAN Nusa Tabukan kesulitan akses air bersih sehingga hand sanitizer pilihan alternatif untuk mencuci tangan,” ujar Kepala SMA Negeri Nusa Tabukan, Jerry H Makawimbang MPd, Kamis (17/12/2020).

Ia menyampaikan kendala air bersih terjadi di wilayah Kecamatan Nusa Tabukan sehingga berdampak ke sekolah.

Baca Pula:  Tugas tambahan seorang manajer dalam menghadapi WFH

“Sehingga tempat cuci tangan di sekolah diganti dengan hand sanitizer,” ujarnya.

Pihak sekolah, lanjut Jerry, juga memberikan tiga masker medis dan satu masker kain.

“Membagikan isi ulang hand sanitizer kepada guru yang disimpan di tas, agar bisa dipakai,” ujarnya lagi.

Sedangkan untuk pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara luar jaringan (luring) 70 persen dan dalam jaringan (daring) 30 persen.

Menurut Jerry, masalah jaringan internet di wilayah tempat tinggal siswa ikut menjadi kendala terbesar pelaksanaan pembelajaran daring.

“Kalau jauh dari sekolah yang harus menyeberang laut jaringan terganggu jadi hanya daerah dekat sekolah yang mengikuti daring,” bebernya.

Baca Pula:  Polres Sangihe periksa puluhan Kapitalaung terkait pengadaan internet desa

Peliput: Rendy Saselah



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com