KOTAMOBAGU, ZONAUTARA.com – Pandemi Covid-19 telah membatasi aktivitas sosial banyak orang. Hal ini turut dirasakan Dewi Langkun (24), warga di Lingkungan II Kelurahan Kotobangon, yang terpaksa menahan diri untuk tidak banyak ke luar rumah karena ada keponakannya yang masih berumur 4 tahun.

Dewi sadar betul kalangan yang rentan dengan ancaman virus SARS-CoV-2 adalah orang lanjut usia dan anak-anak. Kesehatan orang pada kategori usia seperti itu harus dijaga sehingga Dewi tak ingin banyak berinteraksi di luar rumah mengingat ada anggota keluarga yang masih berumur belia.

“Ponakan saya baru berumur 4 tahunan, sehingga harus dijaga. Kamipun selama pandemi ini belum banyak beraktivitas di luar rumah, kecuali bila ada urusan mendadak dan mendesak,” kata Dewi, Jumat (18/12/2020).

Dewi tinggal bersama kakaknya karena kedua orang tua mereka sudah meninggal. Mereka serumah berusaha menjaga diri agar jangan sampai ada yang membawa virus ke dalam rumah. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dalam rumah juga penting dilakukan.

“Memakai masker sudah menjadi kewajiban bila ada keperluan di luar rumah. Begitupun pola hidup sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, sudah dibiasakan. Kalau ke toko atau pasar, berupaya agar jaga jarak. Itu ikhtiar agar jangan sampai kita yang menjadi pembawa virus ke dalam rumah,” katanya.

Pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir, membuat Dewi harus mematuhi sosialisasi pemerintah kelurahan untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Yang saya pahami, kalau kita serius mengikuti anjuran 3 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, dan Menjaga jarak, itu adalah sebagai ikhtiar menjaga kita dan keluarga tetap sehat dan dijauhkan dari wabah Corona,” kata Dewi.

Penulis: Fahmi Gobel/mediatotabuan.co




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id