94 kasus baru corona dalam sehari di Bolmong, hasil tracing orang yang kehilangan kemampuan penciuman

2 mins read
Rapid test KPU Bolmong
Petugas Kesehatan RSUD Datoe Binangkang Bolmong saat melakukan pengambilan sampel swab terhadap Petugas Penyelenggara Pemilihan Umum yang reaktif rapid test. (Foto: Zonautara.com/Marshal D)

ZONAUTARA.com – Perkembangan epidemiologi virus corona di Bolaang Mongondow (Bolmng) mencatat rekor baru, saat Satuan Tugas Covid-19 Sulut mengumumkan ada 94 kasus baru Covid-19 di Bolmong dalam sehari.

Data itu dirilis oleh Satgas Covid-19 Sulut pada Senin (16/2/2021). Dari 97 kasus baru Covid-19 di Sulut pada Senin kemarin, tiga berasal dari Manado, dan sisanya 94 kasus tercatat dari Bolmong.

Jumlah tersebut merupakkan rekor baru kasus konfirmasi Covid-19 dalam sehari di Bolmong bahkan di Sulut.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, Yusuf Detu menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 di Bolmong merupakan hasil tracing (pelacakan) dan testing (pemeriksan) oleh tim surveilans Puskesmas di lapangan.

Baca Pula:  Update Covid-19 RI pada 2 Maret: ada 5.712 kasus baru

Baca pula: Update corona di Sulut 15 Februari, ada 97 kasus baru

Terutama di beberapa wilayah di Bolmong karena banyak masyarakat yang mengeluh anosmia atau kehilangan penciuman/bau.

Sehingga itu, pihak Dinkes langsung melakukan pelacakan terhadap kontak erat dan ditindak lanjuti dengan pemeriksaan PCR swab.

“Beberapa minggu yang lalu tim Dinkes mengirim 300-an sampel Swab. Sehingga memang banyak yang keluar hasil positif,” ungkap Yusuf via pesan wahtsapp, Selasa 16 Februari 2021, dikutip dari Pantau24.com.

Menurut Yusuf, dari 94 kasus baru kemarin, sebagian merupakan tenaga kesehatan yang tersebar di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Dumoga.

Baca Pula:  Tabel sebaran corona 26 Februari: Jabar 2.314, Jakarta 1.661, Kaltim 485, Sulsel 339

Kondisi para pasien dalam keadaan baik. Dan langsung diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Tim Dinkes juga sudah turun langsung untuk pemantauan, termasuk menemui camat dan sangadi (kepala desa) dan meminta untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” pungkas Yusuf.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com