ZONAUTARA.COM — Setelah menerima laporan dari korban pelecehan seksual yang terjadi di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengirimkan dua petugas untuk mendatangi korban (MS), Senin (20/09/2021).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pendalaman dan penggalian keterangan lebih lanjut.

Sementara, dalam proses hukum, korban berinisial MS tersebut akan didampingi oleh Muhammad Mualimin, tim kuasa hukum MS.

“Korban akan didampingi oleh saya sendiri,” tutur Mualimin.

Mualimin berharap perlindungan dari LPSK dapat menjadi obat penenang bagi korban. Menurutnya, MS wajib mendapat perlindungan dari negara.

“Orang-orang baik harus dibela oleh sistem hukum,” tambah Mualimin.

Ia berkata setiap korban yang bersuara sekaligus melawan harus didukung negara.

Sebelumnya, MS telah dipanggil oleh Divisi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya, untuk dimintai keterangan terkait aduannya ke Polsek Gambir, Jakarta Pusat, pada 2019 dan 2020 lalu.

Status kasus ini masih tahap penyelidikan. Padahal, sudah lebih dari 10 hari polisi memprosesnya.

Sementara, Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi mengakui tidak melakukan banyak upaya setelah diperiksa oleh Komnas HAM (15/09/2021). Hasil investigasi internal KPI juga belum dipaparkan hingga hari ini.

Kasus perundungan dan pelecehan yang dialami MS sudah sejak 2012. MS mengaku hampir setiap hari mengalami perundungan dari atasannya saat bekerja di KPI Pusat.

Selain dirundung, MS juga pernah mengalami pelecehan seksual pada 2015, atau enam tahun lalu. Para perundung, kata dia, pernah menelanjangi dan mencoret bagian organ intimnya dengan spidol.

Kasus ini sempat dilaporkan ke Polsek Gambir, tahun 2019 silam. Kendati demikian, tidak ada respon dan itikad baik dari kepolisian.

Baru setelah kasus ini ramai dibicarakan dan viral di sosial media, pihak kepolisian menindak lanjuti kasus ini.



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id