Perluasan Inovasi Alkes Dipercepat untuk Eliminasi TB

Kemenkes dan BPOM mempercepat inovasi alkes dalam negeri guna mengatasi tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya penguatan regulasi, percepatan inovasi kesehatan, serta pengembangan produk kesehatan dalam negeri, termasuk Interferon-Gamma Release Assay (IGRA) untuk mendeteksi tuberkulosis. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa beban tuberkulosis di Indonesia masih tinggi dengan sekitar 867 ribu kasus terdiagnosis dalam satu tahun terakhir. Hal ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Octavianus menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengembangan teknologi kesehatan, terutama pada aspek diagnostik seperti IGRA, yang merupakan tes darah untuk mendeteksi infeksi tuberkulosis. “Kalau kita bisa bikin harga tes IGRA dari 1 juta menjadi hanya sekitar 50 ribu, dampaknya terhadap keuangan negara akan sangat besar,” ujarnya.

Selain itu, proses di BPOM yang kini dinilai lebih cepat dan responsif mendapatkan apresiasi dari perwakilan industri seperti Biofarma. Hal ini penting dalam pengawalan inovasi alat kesehatan. “Saya minta tolong nanti kita kawal bersama supaya tes IGRA ini mendapatkan atensi karena ini sangat penting untuk percepatan penanggulangan TBC di Indonesia,” tambah Octavianus.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mendorong pengembangan obat berbasis bahan alam sebagai upaya mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional. “Kalau negara punya produk sendiri, kenapa kita tidak memanfaatkannya? Dengan sumber daya yang kita miliki, seharusnya Indonesia bisa menghasilkan solusi kesehatan sendiri,” katanya.

Taruna menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah industri farmasi nasional. Potensi ekonomi dari bahan alam Indonesia yang diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun, juga menjadi perhatian. BPOM berperan memastikan setiap inovasi memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutu sebelum dimanfaatkan luas oleh masyarakat.




Diolah dari laporan Antara.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com