Trump Menangguhkan Rencana Operasi Hormuz Setelah 50 Jam

Donald Trump menghentikan sementara operasi militer di Selat Hormuz setelah 50 jam pengumuman rencana tersebut.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk menghentikan sementara operasi militer guna memandu kapal-kapal dagang yang terjebak di Selat Hormuz, hanya dua hari setelah ia mengumumkan rencana tersebut. Keputusan ini datang setelah Trump menyatakan pada hari Minggu bahwa “Project Freedom” akan dimulai keesokan harinya untuk membuka jalur penting yang ditutup Iran sejak perang AS-Israel-Iran dimulai.

Selat Hormuz adalah jalur transit bagi sekitar 20% dari minyak dan gas dunia, dan ancaman Iran terhadap kapal yang melintasinya telah menyebabkan kenaikan harga minyak serta kekhawatiran bagi ekonomi global. Namun, 50 jam kemudian, Presiden Trump menyatakan bahwa misi ini akan ditunda “untuk sementara waktu”. Keputusan ini bersamaan dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS, yang menyatakan bahwa AS memimpin “dengan kekuatan, kejelasan, dan tujuan untuk keuntungan seluruh dunia”.

Pada hari Minggu, Trump mengumumkan “Project Freedom”. “Untuk kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu Kapal-kapal mereka agar bisa keluar dengan aman dari perairan yang dibatasi, sehingga mereka dapat melanjutkan bisnis mereka,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Pada hari Senin, Komando Pusat AS (Centcom) memposting bahwa pasukannya “akan mulai mendukung Project Freedom, pada 4 Mei, untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pengiriman komersial melalui Selat Hormuz”. Centcom menjelaskan bahwa “Project Freedom” akan melibatkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta 15.000 personel militer.

Pada hari Selasa, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menegaskan komitmen mereka terhadap “Project Freedom” dalam konferensi pers di Pentagon. “Ratusan kapal dari berbagai negara di dunia sedang mengantri untuk transit,” ujar Hegseth, seraya menyatakan bahwa proyek ini “terfokus dalam cakupan dan bersifat sementara dalam durasi”.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com