ZONAUTARA.com – Pihak Kepolisian Metropolitan Tokyo resmi menahan dua warga negara Vietnam atas dugaan masuk tanpa izin dan percobaan pencurian di sebuah rumah di Distrik Setagaya, Tokyo. Penangkapan ini menarik perhatian publik karena lokasi yang menjadi sasaran adalah tempat kejadian perkara (TKP) salah satu kasus pembunuhan keluarga paling misterius di Jepang yang terjadi lebih dari 25 tahun silam.
Kedua tersangka diidentifikasi sebagai Luong Van Hai (32) yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan Nguyen Manh Hung (28) yang berdomisili di Chofu, Tokyo Barat. Mereka adalah pekerja konstruksi yang datang ke Jepang pada tahun 2023 melalui program pelatihan teknis. Namun, masa berlaku visa mereka telah habis sejak tahun 2025.
Penangkapan bermula ketika salah satu dari mereka diinterogasi polisi di sebuah stasiun kereta di Bangsal Nerima pada bulan Maret lalu karena masalah keimigrasian. Dari pemeriksaan tersebut, terungkaplah aksi pembobolan yang mereka lakukan bersama seorang rekan lainnya. Kedua pria ini diduga memecahkan kaca jendela di dekat pintu masuk rumah tersebut antara September 2023 hingga Desember 2025 dengan niat mencari barang berharga.
Saat diinterogasi, para tersangka mengakui perbuatan mereka dan berdalih bahwa motif pembobolan tersebut murni karena tekanan ekonomi. Mereka menyatakan bahwa pendapatan sebagai buruh konstruksi tidak stabil sehingga mereka mencari uang tambahan untuk biaya hidup. Menariknya, kedua tersangka mengaku tidak mengetahui bahwa rumah yang mereka bobol adalah lokasi pembunuhan keluarga yang terkenal di Jepang.
Insiden pembobolan ini pertama kali terdeteksi pada 13 Desember 2025, ketika seorang petugas kepolisian yang mengunjungi lokasi melihat adanya kerusakan pada jendela lantai satu. Di dalam rumah yang masih berisi kotak-kotak kardus berisi barang pribadi korban, polisi menemukan dua pasang jejak kaki dan tanda-tanda bahwa ruangan telah digeledah. Keamanan di lokasi tersebut telah dilaporkan longgar setelah kepolisian menghentikan penjagaan 24 jam pada Februari 2020, meskipun pagar pengaman tetap terpasang.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

