ZONAUTARA.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengumumkan bahwa 14 dari 17 jenazah korban kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, berhasil diidentifikasi. Sementara itu, tiga jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Penggunaan metode DNA menjadi alat utama identifikasi ini, seperti yang disampaikan oleh Kepala Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti pada Jumat (15/5/2026).
“Kami telah mengidentifikasi 14 dari 17 jenazah melalui DNA,” jelas Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti. Proses identifikasi dimulai sejak Jumat (8/5/2026) dan dilakukan dengan ketat melalui berbagai tahap mulai dari pemeriksaan awal sampel, ekstraksi, kuantifikasi, amplifikasi, elektroforesis, hingga analisis profil DNA dan penerbitan hasil pemeriksaan.
Hastry juga menjelaskan bahwa dari 14 jenazah yang teridentifikasi, tiga di antaranya dikenali melalui data sekunder seperti catatan medis dan barang-barang yang ditemukan pada korban seperti kalung, dompet, KTP, atau SIM. Tiga jenazah yang masih belum teridentifikasi diduga berasal dari Semarang dan Sumatera Utara, sesuai informasi yang diperoleh dari keluarga korban.
“Kami sudah menerima sampel DNA dari masing-masing keluarga korban, tinggal menunggu hasil pemeriksaan,” tambah Hastry. Daftar 14 korban yang identitasnya sudah diketahui termasuk Aldi Setiawan, Hj Syamsia Bachri, dan beberapa nama lainnya.
Tim DVI sedang menyelesaikan identifikasi tiga jenazah terakhir dan berupaya secepat mungkin memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu.
Diolah dari laporan Tirto.id.

