ZONAUTARA.com – Regional Meeting on Education for Sustainable Peace in Southeast Asia resmi dibuka di Hotel JS Luwansa, Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung pada 24–25 September 2025 ini mengangkat tema “Countering Hate Speech and Preventing Conflicts Towards More Peaceful Societies through Education”.
Acara yang dihadiri perwakilan negara-negara Asia Tenggara ini membahas pentingnya peran pendidikan dalam memperkuat toleransi, melawan ujaran kebencian, serta mencegah konflik sosial.
Dalam pidatonya, Maki Katsuno Hayashikawa, Director and Representative UNESCO Regional Office untuk Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste, menekankan bahwa pendidikan harus menjadi sarana transformatif bagi masyarakat.
ia mengungkapkan rekomendasi UNESCO yang menegaskan perlunya memasukkan prinsip-prinsip Piagam PBB (Pasal 26), Konstitusi UNESCO, Piagam Hak Asasi Manusia Internasional, serta instrumen hak asasi manusia lainnya ke dalam sistem pendidikan.
“Pendidikan harus mampu menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan universal. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berdaya secara sosial, emosional, dan moral,” tegasnya.
Selain itu, UNESCO juga mendorong transformasi sistem pendidikan agar benar-benar bersifat inklusif dan kolaboratif. Visual yang ditampilkan pada layar dengan slogan “How We Interact Matters” menggambarkan pentingnya interaksi sosial yang sehat dalam membangun masyarakat damai.
Pertemuan regional ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat memperkuat kerja sama lintas negara di Asia Tenggara dalam mempromosikan pendidikan perdamaian dan menghadapi tantangan ujaran kebencian, khususnya di era digital.
***


