Grace Natalie Menanggapi Polemik Video Ceramah Jusuf Kalla

Grace Natalie memberikan tanggapan kritis pada video ceramah Jusuf Kalla yang memicu kontroversi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Kasus yang melibatkan Grace Natalie menjadi perhatian publik menyusul video ceramah mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) yang viral. Video tersebut direkam saat JK diundang dalam sebuah forum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret 2026. Grace Natalie, politikus PSI, memberikan respons atas video itu dan kini dilaporkan oleh puluhan organisasi masyarakat ke Bareskrim Polri.

Kira-kira 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam, yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat, telah melaporkan tiga tokoh publik, yaitu Ade Armando, Permadi Arya atau Abu Janda, dan Grace Natalie, ke Bareskrim Polri. Laporan ini teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI, dengan tuduhan dugaan penghasutan melalui media elektronik. Pelaporan ini dipicu oleh penyebaran potongan video ceramah JK yang dinilai tidak utuh, sehingga menimbulkan salah persepsi dalam masyarakat. “Upaya ini adalah salah satu ikhtiar dari kami ormas Islam untuk memfasilitasi keresahan yang ada di umat Islam,” ujar Hamid di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/5/2026) seperti dikutip dari Antara.

Grace Natalie merespons video tersebut melalui akun Instagramnya @gracenat pada 13 April 2026. Dalam unggahan tersebut, ia menyoroti pernyataan Jusuf Kalla mengenai konsep “syahid” dan menilai bahwa ada kesetaraan pemahaman antara Islam dan Kristen terhadap konsep tersebut bisa menimbulkan masalah besar. “Menurut Pak Jusuf Kalla, baik di Kristen maupun Islam sama-sama berpendapat bahwa mati dan mematikan orang adalah syahid. Ini adalah pernyataan yang sangat fatal apalagi diucapkan oleh seorang tokoh nasional senior sekelas Pak Jusuf Kalla,” ujar Grace.

Lebih lanjut, Grace menjelaskan bahwa dalam ajaran Kristen, inti dari iman adalah kasih dan pengampunan, sehingga tidak ada pembenaran untuk tindakan pembunuhan apapun bentuknya. Grace juga mengingatkan bahwa di era digital ini, potongan pernyataan dapat dengan mudah disebarkan tanpa konteks, yang berisiko dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membenarkan kekerasan atau ekstremisme. “Ketiga, pernyataan Pak JK ini bisa memicu ketegangan antar umat beragama dan polarisasi di ruang publik. Oleh karenanya tolong pak Jusuf Kalla untuk mencabut pernyataan tersebut, buat permintaan maaf, dan klarifikasi ke depan publik,” lanjut Grace.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklarifikasi posisinya dengan menegaskan bahwa tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan bagi Grace Natalie dalam kasus ini. PSI menyebut kasus tersebut adalah tanggung jawab individu dan bukan institusi. “Pernyataan yang disampaikan oleh anggota partai, toh katakan Mbak Grace, itu adalah pernyataan pribadi,” demikian pernyataan dari PSI.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com