ZONAUTARA.com – Rencana keberangkatan dua jemaah haji 2026 asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan dari Kloter 21 Embarkasi Makassar harus ditunda akibat masalah kesehatan. Nurhayati Laraufe, 55 tahun, mengalami komplikasi diabetes yang memerlukannya menjalani amputasi jari kaki. Sementara itu, Syamsiah Rusdi, 45 tahun, juga sakit di embarkasi sehingga dijadwalkan berangkat kloter berikutnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, mengonfirmasi penundaan ini. “Nurhayati menderita diabetes. Saat ini sedang dirujuk ke RS Dr. Tadjuddin Chalid. Dari informasi tim kesehatan, beliau akan diamputasi jari kakinya hari ini. Insyaallah setelah pulih dan layak terbang, kami akan memberangkatkan pada kloter berikutnya,” ujar Ikbal.
Selain Nurhayati, Syamsiah Rusdi juga mengalami gangguan kesehatan di embarkasi dan direncanakan menyusul dengan kloter gelombang kedua. Meski harus ditunda, Syamsiah telah mengenakan ihram, menunjukkan kesiapan untuk berangkat.
H. Asa Afif Bahri, Sekretaris PPIH Embarkasi Makassar, menambahkan bahwa penundaan ini tidak berarti pembatalan total. “Hingga kloter 22, sudah ada 15 jemaah yang menggunakan open seat. Sebanyak empat jemaah di antaranya sudah berangkat. Sisa jemaah, termasuk yang dirujuk ke RS Tadjuddin Chalid, akan menunggu penerbangan berikutnya jika sembuh dan dinyatakan layak terbang,” jelasnya.
Ketua PPIH menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dan bahwa sejauh ini belum ada penundaan keberangkatan jemaah haji 2026 secara massal. Total jemaah haji asal Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Embarkasi Makassar adalah 8.240 orang, terdiri dari 2.664 pria dan 5.576 wanita. Gelombang keberangkatan terus berlangsung hingga saat ini.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

