ZONAUTARA.com – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi tengah berupaya mengubah program transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Upaya ini bertujuan agar kawasan transmigrasi dapat menjadi pusat ekspor pangan dan lumbung energi nasional.
Dalam pernyataannya, Menteri Suryanagara mengatakan perubahan ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan para transmigran serta masyarakat di sekitarnya. “Namun, untuk merasakan manfaat yang optimal dari program ini, masyarakat dihimbau untuk tinggal setidaknya 15 tahun di wilayah transmigrasi,” tegas Menteri Suryanagara.
Pemerintah berencana mengembangkan sejumlah daerah transmigrasi sebagai pusat produksi pangan dan energi. Komoditas yang akan dikembangkan antara lain kelapa dan kopi, serta pengembangan kawasan industri lainnya di daerah tersebut.
Program transmigrasi ini melihat keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, untuk memastikan keberhasilan transformasi tersebut. Transformasi ini dibahas lebih lanjut dalam dialog antara Bunga Cinka dengan Menteri Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam acara Nation Hub yang disiarkan oleh CNBC Indonesia pada Jumat, 8 Mei 2026.
Langkah untuk memperluas peran dari kawasan transmigrasi juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi, sekaligus mengentaskan kemiskinan di daerah pedesaan yang jauh dari perkotaan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

