ZONAUTARA.com – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan responsnya terhadap rumor yang beredar mengenai rencana akuisisi saham Eramet SA di PT Weda Bay Nickel (WBN). Rosan mengungkapkan kesediaan BPI Danantara untuk berdialog dengan Eramet SA, termasuk terkait potensi akuisisi saham di perusahaan tersebut. Hal ini disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026).
Rosan menegaskan bahwa pihak Danantara selalu terbuka untuk segala bentuk diskusi dan pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia. “Kami sih pada dasarnya terbuka, ya atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rosan menyatakan bahwa Danantara dapat berperan sebagai mitra lokal yang kuat bagi investor asing seperti Eramet SA. “Dan kita kan Danantara ini bisa menjadi strong local partner juga, kan ya. Kita terbuka, kok. Kita diskusi juga dengan Eramet,” tambahnya.
Rumor tentang akuisisi saham Eramet SA ini muncul setelah laporan dari Bloomberg yang dirilis pada Senin (5/5/2026). Berdasarkan keterangan dari sumber anonim, disebutkan bahwa Danantara dan Eramet SA sedang dalam pembicaraan mengenai akuisisi saham di smelter high pressure acid leach (HPAL) di Kawasan Industri Weda Bay, Maluku Utara. Smelter ini diakui memproduksi bahan baku untuk baterai kendaraan listrik dengan mayoritas saham saat ini dimiliki oleh perusahaan asal Cina, Zhejiang Huayou Cobalt Co.
Berdasarkan sumber Bloomberg, rencananya Danantara akan berinvestasi melalui holding BUMN tambang, MIND ID. Para pemangku kepentingan berharap penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dapat dilakukan pada akhir bulan ini, meskipun keputusan final masih dalam tahap pembahasan dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Diolah dari laporan Tirto.id.

