ZONAUTARA.com – SMAN 1 Pontianak telah memutuskan untuk tidak mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat yang direncanakan ulang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Langkah ini diambil menyusul polemik penjurian yang terjadi dan menjadi viral sebelumnya. Meski demikian, pihak sekolah menyatakan dukungannya bagi SMAN 1 Sambas yang ditunjuk sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menyampaikan dalam sebuah pernyataan resmi, “SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan tidak berpartisipasi bukan karena keberatan terhadap hasil sebelumnya, tetapi lebih kepada permintaan klarifikasi terkait proses penilaian lomba.
Indang menambahkan, “Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.” Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk menjaga iklim pendidikan yang kondusif dan menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.
Kontroversi terkait LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat ini bermula setelah video yang menunjukkan ketidakpuasan peserta terhadap penilaian juri viral di media sosial. Hal ini menimbulkan protes dari berbagai kalangan yang mendorong MPR RI untuk meminta maaf dan melakukan evaluasi terhadap lomba tersebut.
Ketua MPR, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa final cerdas cermat tersebut akan digelar ulang dengan juri independen dari kalangan akademisi, tidak lagi dari Sekretariat Jenderal MPR. Meskipun demikian, Muzani belum mengumumkan waktu pasti pelaksanaan lomba ulang tersebut.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

