ZONAUTARA.com – Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, kini menjadi perhatian utama pemerintah dan tim penanganan bencana pascakejadian pada Rabu (27/5/2026).
Bencana yang melanda Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Komangaan itu menyebabkan permukiman warga dipenuhi lumpur serta material kayu yang terbawa arus Sungai Botuk.
Meski banjir mulai berangsur surut, warga kini menghadapi kondisi sulit akibat kerusakan lingkungan dan terbatasnya kebutuhan dasar.
Berdasarkan laporan sementara di lapangan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah makanan siap saji bagi masyarakat terdampak. Banyak warga belum dapat memasak secara normal karena rumah dan peralatan dapur masih dipenuhi lumpur.

Selain itu, adanya dapur umum dinilai sangat diperlukan untuk memastikan distribusi makanan bagi warga dapat berjalan secara cepat dan merata, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Pembersihan material lumpur serta potongan kayu yang menutupi rumah warga, fasilitas umum, dan akses jalan juga menjadi prioritas utama. Material banjir yang cukup tebal menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menyulitkan proses pemulihan pascabencana.
“Kondisi di beberapa titik masih dipenuhi lumpur dan material kayu sehingga membutuhkan penanganan cepat menggunakan alat berat,” demikian disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan kepada Zonautara.com.
Selain kebutuhan konsumsi dan pembersihan lingkungan, warga juga membutuhkan perlengkapan tidur seperti tikar, selimut, dan alas tidur untuk digunakan di lokasi pengungsian sementara maupun di rumah yang belum sepenuhnya pulih.
Di tengah proses penanganan, sejumlah kendala masih dihadapi petugas di lapangan. Cuaca yang belum sepenuhnya kondusif serta akses alat berat menuju permukiman warga menjadi hambatan dalam proses pembersihan material banjir.
BPBD bersama instansi terkait saat ini terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Unsur yang terlibat di antaranya TRC BPBD, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas PUPR, PLN, BWS Sulawesi I, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Sementara itu, terpantau warga di empat desa terdampak mulai bergotong royong membersihkan rumah masing-masing sembari menunggu bantuan tambahan dan penanganan lanjutan dari pemerintah.

