Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Sosial Kemasyarakatan

Remaja Getsemani Tateli Siap Meriahkan PSdKRS 2018

Published

on

MINAHASA, ZONAUATARA.com – Tiga hari lagi pelaksanaan Pesta Seni dan Kreatifitas Remaja Sinode (PSdKRS) GMIM 2018 digelar. Jemaat-jemaat yang akan turut serta mengikuti berbagai lomba terlihat semakin sibuk mempersipakan para remaja.

Salah satunya para Remaja dari Jemaat GMIM Getsemani Tateli  yang akan mengikuti lomba Mix Choir seri A1, yang telah melaksanakan pengutusan pada Minggu (8/9/2018) saat ibadah sore di Gedung Gereja.

Dengan beranggotakan 42 orang, para remaja ini bersiap memberikan yang terbaik saat hari H nanti.

“Ya, dengan segenap hati,” jawab anggota paduan suara saat ditanya pendeta saat pengutusan.

Berada pada nomor urut ke 6 dari 21 peserta Mix Choir Seri A1,  Remaja GMIM Getsemani Tateli akan membawakan dua buah lagu, yakni Mars Remaja sebagai lagu wajib, dan Ride on King Jesus sebagai lagu ke dua. Mereka yang selama ini dilatih oleh Galant Pakekong, akan tampil pada hari kedua, Sabtu (15/9/2018) di jemaat GMIM Zaitun Motoling Satu.

“Meskipun baru tahun ketiga keikutsertaan kami, namun bersyukur GTC boleh ada di seri A1, jadi tiap tahun kami boleh naik seri,” ungkap Penatua Remaja Getsemani Tateli Rainer Rambi, Selasa (11/9).

Menurutnya, Paduan Suara Remaja Getsemani Tateli atau sering disebut Getstate Teens Choir (GTC) sudah sejak bulan Februari melaksanakan latihan, namun sampai H-4 ini masih banyak hal yang harus dipersiapkan.

“Saat ini semua pembina totalitas mempersiapkan segala hal, walau hujan panas mereka tetap semangat,” kata Rainer.

Dalam PSdKR GMIM para penerus gereja (remaja) akan menampilkan sejumlah kreatifitas dalam bidang seni, seperti menyanyi, menari,  fotografi, teater, dan berbagai lomba menarik lainnya.

Tahun 2018 ini PSdKR akan dilaksanakan di Wilayah Motoling, Motoling Timur dan Kumelembuai pada 14-15 September 2018.

Editor: Ronny A. Buol

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sosial Kemasyarakatan

Uniknya Bastion Benteng Maas yang berbentuk oktagon

Published

on

Foto: Balai Arkeologi Sulawesi Utara

Riset para peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara menemukan bentuk bastion Benteng Maas yang tidak lazim.

Reruntuhan bastion di tepi pantai utara Provinsi Gorontalo ini menunjukkan bentuk segi delapan atau oktagon.

Bastion ini satu-satunya dari 4 bastion yang masih utuh meskipun mengalami kerusakan akibat dimakan usia.

“Bastion adalah bagian yang menjorok keluar yang pada umumnya terletak di tiap sudut benteng,” kata Irna Saptaningrum, ketua tim peneliti Benteng Maas Kamis (2/5/2019).

Irna menjelaskan fungsi bastion ini sebagai tempat pengintaian atau pengawasan, biasanya ada lubang bidik yang jumlahnya sesuai kebutuhan pada masanya.

Sebagai alat pertahanan militer, bastion digunakan untuk pemantauan pantai atau laut, sungai, jalan atau akses darat.

Di Benteng Maas, bastion yang tersisa adalah yang paling besar untuk mengawasi bagian laut yang juga terdapat muara sungai.

Foto: Balai Arkeologi Sulawesi Utara

“Bentuk bastion yang oktagonal atau segi delapan ini tidak lazim untuk benteng Belanda karena biasanya berbentuk mata panah,” kata M Chawari, anggota tim penelitian yang berasal dari Balai Arkeologi Yogyakarta.

Temuan para arkeolog ini menarik karena dalam catatan sejarah Gorontalo paling lama dijajah oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan Pemerintah Hindia Belanda.

Temuan bentuk oktagon bastion ini semakin memperkaya khazanah dan nilai benteng-benteng masa Islam dan kolonial di Gorontalo.

Anggota tim penelitian lain, Agus Hascaryo, pakar geo-arkeologi memastikan bahan baku penyusun bastion adalah batu karang, andesit, granodiorit, tuva dan breksi yang sumbernya banyak terdapat di sekitar benteng.

“Secara umum riset yang kami lakukan adalah untuk mencari bentuk arsitektur, sekarang sedang mencari puzzle, bagian-bagian yang harus dirangkai untuk membentuk kesatuan utuh,” ujar Wuri Handoko, Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Utara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending