Connect with us

Zona Tomohon

Doa dan Bantuan dari Tomohon Untuk Korban Bencana Sulteng

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Bertempat di Kompleks Menara Alfa Omega Pusat Kota Tomohon, Selasa (2/10/2018), Pemerintah Kota Tomohon, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh-tokoh yang tergabung alam FKUB dan BKSAUA bersama masyarakat menggelar doa bersama bagi bencana alam gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah (Sulteng).

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman saat memberikan sambutan menyampaikan turut berbelasungkawa kepada para korban.

“Kita memang tak tahu kapan bencana itu datang. Sebagai pemerintah dan masyarakat, tentunya kami tergerak untuk mendoakan sekaligus memberikan bantuan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” ujar Eman.

Bantuan itu sendiri akan diserahkan ke Dinas Provinsi Sulawesi Utara kemudian disalurkan kepada korban bencana.

Usai doa bersama, dilakukan penyerahan bantuan dari Pemerintah Kota Tomohon maupun elemen masyarakat yang ada di Kota Tomohon termasuk para wartawan yang sehari-harinya melakukan peliputan di Kota Tomohon.

Hadir pada Doa bersama, Forkopimda terdiri dari Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK, Kajari Tomohon Edy Winarko, para tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Pemerintah Kota Tomohon serta masyarakat.

 

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com