Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Air Asia Bakal Buka Kembali Rute Manado-Kuala Lumpur

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Jalur penerbangan dari Manado menuju luar negeri satu per satu mulai terbuka. Kali ini, rute penerbangan yang bakal dibuka kembali oleh Maskapai Penerbangan Air Asia, yakni Manado-Kuala Lumpur, setelah sempat terhenti pada 2009 lalu.

Rencana tersebut diungkapkan Tim Survei Air Asia Group saat berdialog dengan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Sulut Daniel Mewengkang, Kepala Imigrasi Klas I Manado Friece Sumolang dan Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata Dino Gobel.

“Sulawesi Utara mengalami kemajuan pesat pembangunannya khususnya di sektor pariwisata,” kata Jack Jefferson, Head Commercial Operation Executive Air Asia Group selaku pimpinan tim survei dalam dialog tersebut.

Jefferson saat melakukan survei selama tiga hari di Manado pun tak sendiri, melainkan didampingi Tim Air Asia Indonesia dan Tim Air Asia Kuala Lumpur.

“Sulut sungguh istimewa karena telah menjelma menjadi pasar wisata potensial di Asean. Itu sebabnya dalam survei kami ini, terdapat dua tim maskapai. Yaitu, Tim Maskapai Air Asia Indonesia dan Tim Malaysia,” jelasnya.

Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang menyambut baik kunjungan tersebut. Karena, kehadiran Air Asia akan semakin menunjang kemajuan pariwisata Sulut.

Kepala Imigrasi Friece Sumolang menyatakan, Imigrasi mendukung penuh pariwisata Sulut yang dimotori Gubernur Olly Dondokambey.

“Silakan Air Asia membuka rute Manado ke Kuala Lumpur ini. Kami suport penuh,” kata Sumolang.

Airin Santry Zoraya selaku Comercial Operation Executive Indonesia Air Asia berharap, hasil survei membuka rute Manado ke KL melalui Kota Kinibalu ini bisa terwujud.

“Awal tahun depan kami berharap bisa terlaksana,” katanya.

Sementara, Dino Gobel mengatakan, besar harapan Malaysia Air Asia bisa segera beroperasi di Manado,

“Ini momentum tepat berinvestasi di Sulut di sektor pariwisata. Sebab, kepemimpinan Pak Gubernur Olly Dondokambey sangat komit menyukseskan setiap investasi yang masuk ke Sulut, termasuk Air Asia,” ujar Gobel.

 

Editor : Christo Senduk

Ekonomi dan Bisnis

Inflasi IHK Juni 2019 Terkendali

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai Juni 2019 terkendali pada level 3,28 persen secara year on year (y o y), ditopang tetap terjaganya inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir. Hal tersebut telah menjadi kesepakatan antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sebagai langkah strategis untuk menjaga agar inflasi IHK tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1 persen pada tahun 2019.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, pencapaian ini tidak terlepas dari sinergi kebijakan moneter dan fiskal dalam mengelola kondisi makroekonomi yang sehat serta kebijakan struktural, termasuk pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang memperbaiki konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa.

“Ke depan, BI dan Pemerintah di tingkat pusat dan daerah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan melalui berbagai langkah strategis guna terus membawa inflasi dalam tren menurun dalam kisaran 3,0±1 persen pada 2020 dan 2021, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif,” kata Onny melalui siaran pers rapat koordinasi antar-pimpinan lembaga dan kementerian yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), di Jakarta, Rabu (10/07/2019).

Dijelaskannya,langkah strategis yang disepakati untuk menjaga inflasi 2019 dalam kisaran sasaran, difokuskan pada upaya untuk mengendalikan inflasi komponen bergejolak (volatile food)  maksimal 5 persen. Kebijakan ditempuh melalui kebijakan utama 4K atau Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif dengan fokus pada Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Distribusi.

“Kebijakan tersebut termasuk untuk mengantisipasi tantangan yang dapat memengaruhi prospek inflasi volatile food, di antaranya gangguan cuaca akibat kemarau yang lebih panjang serta ketersediaan pangan antar-waktu dan antar-wilayah,” jelasnya.

Rapat koordinasi juga menyepakati untuk terus memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi dengan tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif. Momentum tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku ketua TPIP dan dihadiri oleh Gubernur BI, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Wakil Menteri Keuangan.

Selain itu, ada juga Kepala Badan Pusat Statistik, Direktur Utama Perum Bulog, serta para Pejabat Eselon I dan II dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, serta Sekretaris Kabinet. ​

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com