Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

ZONA DAERAH

Soal PTSL dan konflik pertanahan, Komisi II DPR RI kunjungi Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Komisi II DPR-RI dipimpin Ketua H Zainudin Amali, mengunjungi Kota Tomohon terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Konflik Pertanahan di Kota Tomohon, Senin (29/1/2019).

Rombongan disambut Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman diwakili Asisten Perekonomian Max Mentu, bertempat di Danau Linow Kelurahan Lahendong Kecamatan Tomohon Selatan.

Turut mendampingi Ketua Komisi, E Herman Khaeron MSi sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR-RI, serta anggota H KRH Henry Yosodingrat, Dwi Ria Latifa, Agus Susanto, Tuti N Roosdiono, H Dadang S Muchtar, Melda Addriani, EE Mangindaan, Chairul Anwar, Firmansyah Madanoes dan Kresna Dewanata Phrosakh.

Selain dengan Pemkot Tomohon, pertemuan dihadiri juga Kepala Kantor BPN Kota Tomohon Christanto Bulamey beserta jajaran serta dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam penjelasannya, Komisi II DOPR-RI melalui E Herman Khaeron mengatakan, PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak, meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat.

“Ini baru pertama kali dilaksanakan serentak, jadi memang perlu ada sosialisasi terhadap BPN di daerah-daerah. Nah, kunjungan kami kali ii dalam rangka sosialisasi dan membahas mekanismenya,” kata Khaeron.

Sementara Asisten Perekonomian Max M Mentu mengatakan, kalau merujuk pada Undang-undang Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agrarian No 5 Tahun 1960, bisa dilihat bahwa sesungguhnya agraria sangat fundamental dan mendasar sebagai kebutuhan hajat hidup masyarakat Indonesia.

“Pemerintah Kota Tomohon sangat berterima kasih dengan adanya program ini, karena PTSL merupakan salah satu cara mempercepat bidang tanah untuk didaftarkan,” tukas Mentu.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Eman: mari kita jaga suasana tetap kondusif

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comTahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 17 April 2019 lalu.

Masyarakat pun diminta untuk menerima apapun yang dihasilkan oleh para penyelenggara Pemilu tersebut dan kembali menyatukan perbedaan yang ada.

Seperti yang diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Dia mengatakan, pesta demokrasi dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta para wakil rakyat dari pusat hingga daerah telah terlaksana dengan baik.

Menurut Eman, saat ini merupakan waktu untuk meninggalkan segala perbedaan yang tercipta dalam Pemilu lalu.

“Kami, pemerintah bersama Forkopimda, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Tomohon berharap, agar pasca-pesta demokrasi, suasana kondusif dapat terjaga,” ungkap Eman, di sela-sela Sosialisasi dan Dialog Sinergitas para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di aula Homestay Walian, Selasa (21/5/2019).

Eman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berimplikasi hukum dan dapat menimbulkan keresahan, serta ketidaktentraman, hingga meruntuhkan semangat persatuan di Kota yang ditetapkan sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia ini.

“Mari sama-sama kita jaga kerukunan, kesatuan dan persatuan yang sudah lama tercipta di Kota yang kita cintai ini. Semoga Kota Tomohon dapat menjadi berkat di Sulawesi Utara ini,” harapnya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending